Mahkota Group (MGRO) Target Refinery Berproduksi Medio Februari

PT Mahkota Group Tbk. bakal memulai operasional pabrik refinery pada medio Februari 2020, seiring dengan selesainya tahap pengujian (commisioning) pabrik yang berlokasi di Dumai, Riau.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  11:11 WIB
Mahkota Group (MGRO) Target Refinery Berproduksi Medio Februari
Sebuah truk melewati jalan penuh lumpur di Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, Rabu (11/1/2017). - ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Bisnis.com, MEDAN - PT Mahkota Group Tbk. bakal memulai operasional pabrik refinery pada medio Februari 2020, seiring dengan selesainya tahap pengujian (commisioning) pabrik yang berlokasi di Dumai, Riau.

Emiten bersandi saham MGRO ini, berfokus pada industri kelapa sawit dan berlokasi di Medan, Sumatra Utara.

Presiden Direktur Mahkota Group Usli Sarsi mengatakan, perseroan telah menyelesaikan tahap commisioning pabrik refinery. Lebih lanjut, perseroan menjadwalkan refinery berproduksi mulai pertengahan Februari 2020.

Pabrik refiney memproduksi produk turunan CPO seperti Olein atau minyak goreng, Stearin bahan baku margarin atau Oleochemical.

Saat ini perseroan dalam tahap penyiapan bahan baku produksi. Sumber bahan baku akan berasal dari hasil CPO di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik perseroan di Provinsi Riau.

"Perseroan sedang menyiapkan bahan baku sebanyak 15.000 ton CPO untuk memulai produksi," katanya kepada Bisnis dikutip pada Jumat (24/1/2020).

Pabrik refinery memiliki kapasitas produksi sebesar 1.500 ton per hari. Pada tahap awal, perseroan menargetkan jumlah produksi dari pabrik refinery sebesar 200.000 ton pada tahun ini.

Sejalan dengan pabrik refinery yang mulai berproduksi, perseroan optimistis kinerja bakal kian positif. Pada 2020, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp6,90 triliun dan laba sebesar Rp229 miliar.

Adapun, sepanjang Januari-September 2019, kinerja perseroan masih tertekan. Ini terlihat dari pendapatan yang turun 6,93% menjadi Rp1,37 triliun, sedangkan laba bersih periode berjalan turun 41,47% menjadi Rp29,69 miliar.

"Kondisi tertekan pada pendapatan dan laba tahun 2019 juga diakibatkan oleh faktor eksternal yakni harga jual minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PK) yang merosot sepanjang tahun lalu," imbuhnya.

Pada perdagangan Jumat (24/1/2020) pukul 10.55 wib, saham MGRO melemah 0,59% pada level Rp845 per saham. Di level harga itu, perseroan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp3 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kelapa sawit

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top