Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Kuartal III/2019 : MARK Cetak Laba Bersih Rp65,49 Miliar

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK), emiten produsen cetakan sarung tangan di Kawasan Industri Medan Star, Deli Serdang, Sumatra Utara mencatatkan laba bersih Rp65,49 miliar pada kuartal III/2019, atau meningkat 11,32 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 01 November 2019  |  17:49 WIB
(Kiri ke kanan) Presiden Komisaris PT Mark Dynamics Indonesia, Tbk, Chin Kien Ping; Direktur Utama Ridwan Goh; dan Direktur Keuangan Budi Muharsyah setelah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (14/5/2019) malam, di Medan. Dalam RUPST, perseroan membagikan dividen Rp7 perlembar saham dengan total Rp26,2 miliar. JIBI/ Bisnis - M. Abdi Amna
(Kiri ke kanan) Presiden Komisaris PT Mark Dynamics Indonesia, Tbk, Chin Kien Ping; Direktur Utama Ridwan Goh; dan Direktur Keuangan Budi Muharsyah setelah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (14/5/2019) malam, di Medan. Dalam RUPST, perseroan membagikan dividen Rp7 perlembar saham dengan total Rp26,2 miliar. JIBI/ Bisnis - M. Abdi Amna

Bisnis.com, MEDAN – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK), emiten produsen cetakan sarung tangan di Kawasan Industri Medan Star, Deli Serdang, Sumatra Utara mencatatkan laba bersih Rp65,49 miliar pada kuartal III/2019, atau meningkat 11,32 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan peningkatan laba komprehensif juga diiringi dengan peningkatan penjualan perseroan pada kuartal III/2019 sebesar 11,13 persen menjadi Rp 267,21 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 240,44 miliar.

“Penjualan yang diperoleh MARK pada kuartal III/2019 ini merupakan 94,02 persen pasar ekspor dan sisanya sebesar 5,98 persen untuk pasar domestik. Nilai penjualan ekspor di kuartal III/2019 lebih besar 9,98 persen dari penjualan ekspor di periode yang sama di tahun sebelumnya,” kata Ridwan melalui keterangan tertulis, Jumat (1/11/2019).

Sementara konstribusi pasar ekspor pada triwulan III/2018, lanjutnya, mencapai 95,10 persen dari total penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor sekaligus meningkatkan pasar baru domestik.

Dia menjelaskan pencapaian itu tidak terlepas dari keberhasilan perseroan dalam menjaga tingkat efisiensi, serta mempertahankan kualitas produksi sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal itu ditunjukkan dengan tercapainya margin laba kotor sebesar 44,18 persen dengan nilai sebesar Rp 118,04 miliar. Capaian itu meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai margin laba kotor sebesar 43,61 persen dengan nilai sebesar Rp 104,85 miliar.

Selain itu, lanjunya, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok juga berpengaruh bagi industri sarung tangan karet, dimana kenaikan tarif impor yang diberlakukan AS kepada produk Tiongkok dari 10 persen menjadi 25 persen efektif per 1 September 2019.

“ Hal ini membuat industri sarung tangan karet berpotensi menggeser pasar sarung tangan Vinyl dan Nitrile produksi Tiongkok yang saat ini menguasai 44 persen impor sarung ke AS,” katanya.

Adapun saat ini perusahaan pemasok sarung tangan terbesar secara global adalah negara Malaysia dengan 63 persen, diikuti Thailand 18 persen, Tiongkok 10 persen dan kontribusi langsung Indonesia hanya 3 persen. Perang dagang dengan tarif impor yang tinggi ke AS atas produk Tiongkok akan menggeser peta pasar sarung tangan AS.

“Pemasok utama sarung tangan AS akan bergeser dari Tiongkok ke Malaysia sebagai produsen sarung tangan karet terbesar di dunia. Secara tidak langsung hal ini akan menjadi sinyal positif bagi kinerja Perseroan,” kata Ridwan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mark Dynamics Indonesia
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top