Satgas Karhutla Sumsel Kembali Salat Minta Hujan

Tim satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali melakukan salat istisqa untuk meminta hujan agar kabut asap yang melanda Kota Palembang hilang.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  14:24 WIB
Satgas Karhutla Sumsel Kembali Salat Minta Hujan
Tim satgas karhutla Sumsel kembali melakukan salat istisqa untuk meminta hujan di Palembang - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Tim satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali melakukan salat istisqa untuk meminta hujan agar kabut asap yang melanda Kota Palembang hilang.

Ibadah sunah itu digelar di lapangan olahraga Pesantren Aulia Cendikia, Talang Jambe Palembang, dimulai pada pukul 08.28 WIB hingga 08.37 WIB.

Komandan Korem (Danrem) 044 Garuda Dempo (Gapo), Kol Arhanud Sonny Septiono, mengatakan bahwa untuk salat untuk memohon hujan telah sekitar tiga kali dilakukan pihaknya.

"Salat Istisqa ini dengan harapan bisa turun hujan di Sumsel, terutama di kawasan yang banyak titik api. Sebelumnya, begitu sudah salat, langsung hujan turun,” katanya, Selasa (15/10/2019).

Diketahui, dari seluruh daerah di Pulau Sumatra, hanya Provinsi Sumsel saja yang belum diguyur hujan. Sedangkan daerah lain sudah dibasahi air hujan sejak beberapa hari lalu.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sumsel diperkirakan akan diguyur hujan pada 15 hari ke depan atau minggu pertama di bulan November 2019.

Prakiraan hujan ini membuat Provinsi Sumsel sudah selama 15 hari terakhir tidak dibasahi hujan. Terlebih cuaca yang sangat ekstrem pada beberapa hari ini dengan kondisi kabut asap yang tebal.

Korem 044/Gapo yang juga ditunjuk sebagai Kepala Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sumsel bersama para timnya terus berupaya sampai hari ini untuk memadamkan karhutla.

"Kami sudah berusaha sesuai kemampuan kita, sampai hari ini anggota masih di lapangan, terdiri dari anggota BPBD Sumsel, TNI, Manggal Agni, hingga warga turut memadamkan api tanpa libur," katanya.

Selain dari pemerintah, para perusahaan perkebunan di Sumsel juga turut membantu dalam penanganan karhutla ini, salah satunya APP Sinar Mas dan mitranya.

Kol Arhanud Sonny Septiono mengatakan, perusahaan tersebut membantu dalam penyediaan alat pemadam kebakaran dan Regu Pencegah Kebakaran (RPK) yang turun ke lapangan.

“Bahkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ada sekitar 50 unit alat berat yang dibantu, termasuk heli waterbombing. Di luar konsesi, APP Sinar Mas juga turut membantu pemadaman kebakaran,” katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga menggunakan lima unit heli untuk waterbombing dan sebagian lainnya untuk mengangkut tim yang akan diturunkan ke lokasi yang sulit terjangkau.

Sementara itu, Wakil Satgas Karhutla Sumsel sekaligus Kepala BPBD Sumsel Iriansyah mengharapkan, perusahaan yang belum berkontribusi dalam pencegahan, bisa segera ikut serta dalam pemadaman. Termasuk kemampuan mandiri memadamkan kebakaran di areal dan luar konsesi.

Menurut Iriansyah, lebih dari 11.000 anggota satgas yang turun ke lapangan untuk memadamkan, diantaranya 1.521 anggota Satgas Karhutla, 2.300 anggota TNI, 700-an anggota kepolisian dan BPBD Sumsel.

“Bahkan warga dan perusahaan setempat sangat membantu memadamkan kebakaran,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, Kabut Asap, Karhutla

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top