Potensi Ekspor Daerah Sumut Diperkuat Dukungan Pembiayaan

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekspor di daerah, tak terkecuali Sumatra Utara.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 19 September 2019  |  18:04 WIB
Potensi Ekspor Daerah Sumut Diperkuat Dukungan Pembiayaan
Per 30 Juni 2019 total aset LPEI mencapai Rp118,39 triliun, penyaluran pembiayaan dan piutang sebesar Rp105,03 triliun, penjamin Rp11,72 triliun dan asuransi mencapai Rp8,46 triliun. - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, MEDAN — Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekspor di daerah, tak terkecuali Sumatra Utara.

Sumatra Utara (Sumut) dinilai menjadi salah satu provinsi yang memiliki potensi ekspor besar, dan menjadi salah satu market leader dalam perdagangan internasional komoditas produk di Indonesia. Untuk menjangkau market di Sumut, LPEI juga telah memiliki kantor cabang di Medan.

Kepala Departemen Pengembangan Bisnis LPEI Nanda Hasrian mengatakan untuk meningkatkan potensi ekspor di daerah, LPEI memberikan fasilitas pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi .

“Setiap daerah pasti memiliki program spesifik apa saja yang bisa dikembangkan. Kami akan mendampingi eksportir di daerah untuk meningkatkan potensi itu,” katanya di Medan, Kamis (19/9/2019).

Dia mengatakan LPEI juga akan fokus melakukan jemput bola bagi para pelaku usaha atau eksportir di beberapa daerah, termasuk Sumut untuk memastikan yang menjadi kebutuhan eksportir daerah tersebut.

“Mana yang bisa dibantu apakah dari segi pembiayaan atau yang lainnya,” lanjutnya.

Selain PP KDPEN, pemerintah teah menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.1/KMK.08/2019 tentang Penugasan Khusus kepada LPEI untuk mendorong ekspor ke negara-negara di kawasan ke negara kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

Dukungan tersebut ditujukan kepada para pelaku ekspor di Indonesia yang akan memasuki berbagai negara di ketiga negara tersebut, maupun pelaku usaha di tiga kawasan tersebut melalui penyediaan skema Buyer’s Credit untuk membeli produk Indonesia dan skema Overseas Investment Financing bagi pelaku usaha Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top