BP Batam Siap Bahas Pengawasan Transhipment Barang Batam-Singapura

Ada beberapa hal yang dinilai penting untuk mendukung peningkatan kerja sama di bidang ekonomi antarkedua negara. Salah satunya terkait aspek pengawasan proses perpindahan (transhipment) barang antara Batam dan Singapura.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  10:15 WIB
BP Batam Siap Bahas Pengawasan Transhipment Barang Batam-Singapura
Jembatan Tengku Fisabilillah atau dikenal dengan Jembatan Barelang terlihat dari udara di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (9/4/2017). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, BATAM-Kepala Badan Pengusahaan Batam Edy Putra Irawadi mengaku telah menyiapkan materi untuk dibahas dalam pertemuan leader meeting bilateral dengan Singapura pada Oktober 2019 mendatang.

Ada beberapa hal yang dinilai penting untuk mendukung peningkatan kerja sama di bidang ekonomi antarkedua negara. Salah satunya terkait aspek pengawasan proses perpindahan (transhipment) barang antara Batam dan Singapura.

Edy menjelaskan, transhipment barang dari Singapura menuju Batam, utamanya barang perdagangan yang rentan terhadap lingkungan harus mendapat perhatian bersama. Dengan adanya pengawasan bersama maka tidak bisa dihindari terjadinya dampak buruk terhadap ekosistem industri dan lingkungan yang ada di Batam. 

Hal ini perlu ditingkatkan mengingat belum lama ini Batam menjadi satu dari beberapa daerah di Indonesia yang mendapat limpahan sampah plastik terkontaminasi bahan berbahaya beracun (B3).

Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi./Bisnis-Bobi Bani.

Saat itu ada 49 kontainer sampah plastik bercampur B3 masuk ke Batam yang diimpor oleh 4 perusahaan pembuatan biji plastik.

Hal itu berhasil diketahui setelah Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea Cukai (BC) Tipe B Batam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, dan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pemeriksaan fisik kontainer yang masuk melalui Singapura tersebut.

"Saya ingin sampaikan isu pengawasan bersama. Barang perdagangan yang rentan terhadap lingkungan, harus diawasi bersama. Saya ingin cari sesuatu yang sakral dalam pertemuan itu, jangan hanya seremonial," kata Edy.

Selain itu, Edy mengaku hubungan Batam dan Singapura harus saling bersinergi. Mendukung potensi yang dikembangkan masing-masing kawasan. Batam faktanya saat ini tengah mengembangkan industri digital, maintenance repair and overhaul (MRO), dan pengembangan sektor pariwisata. Hal tersebut juga menjadi hal yang akan disampaikan dalam pertemuan bilateral itu.

"Batam dan Singapura harus tumbuh seperti serumpun bambu yang saling menguatkan. Bukan seperti serumpun pisang yang satu tumbuh tinggi dan yang lain mati," kata Edy lagi. 

Lebih jauh Edy mengingatkan kalau Singapura harus diposisiskan sebagai saudara tua. Menjadikan Singapura sebagai bagian dari wadah untuk menarik investasi ekspor dan wisata di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) khusunya Batam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam, singapura

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top