112 Titik Panas Tersebar di Sumatra, Riau Paling Banyak

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pukul 06.00 WIB, seratusan titik panas atau hotspot tersebar di sembilan provinsi dan paling banyak di Riau, yakni ada 59 titik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  09:21 WIB
112 Titik Panas Tersebar di Sumatra, Riau Paling Banyak
Ilustrasi-Warga melihat salah satu titik api kebakaran lahan di Desa Suak Pangkat, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Aceh, Rabu (31/7/2019). Petugas BPBD Aceh dibantu warga terus berusaha melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat agar tidak terus meluas. - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU - Ratusan titik panas atau hotspot tertangkap satelit di wilayah Sumatra. Sebanyak 112 titik panas yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terpantau satelit di wilayah Sumatera pada Kamis (8/8/2019) pagi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pukul 06.00 WIB, seratusan titik panas atau hotspot tersebar di sembilan provinsi dan paling banyak di Riau, yakni ada 59 titik.

“Di Sumatra  112 titik panas, Riau  59 titik,” kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami.

Selain di Riau, titik panas banyak terpantau di Sumatra Selatan dan Bangka Belitung yang masing-masing ada 15 titik. Kemudian di Jambi 13 titik, Aceh 3 titik, Kepri dan Sumatra Utara masing-masing 2 titik, Sumatra Barat 4 titik, dan Lampung satu titik.

“Asap karhutla dari provinsi lain sejauh ini belum terpantau mencapai Riau, asap masih berasal dari kebakaran di Riau sendiri,” ujar Sanya.

Dari 59 hotspot di Riau, daerah paling banyak adalah Kabupaten Indragiri Hilir yakni 14 titik. Kemudian Siak  11 titik, Bengkalis, Indragiri Hulu dan Pelalawan masing-masing 8 titik, Rokan Hilir dan Kampar masing-masing 4 titik, dan Kepulauan Meranti ada dua titik.

Dari jumlah tersebut ada 37 dipastikan titik api, paling banyak di Indragiri Hilir dengan 9 titik. Kemudian di Siak 7 titik, Pelalawan 6 titik, Indragiri Hulu dan Bengkalis masing-masing 5 titik, Rokan Hilir dan Kampar masing-masing 2 titik, dan Meranti satu titik api.

“Arah angin berembus dari tenggara dan barat daya,” katanya.

Sanya mengatakan pada hari ini diprakirakan ada peluang hujan dengan intensitas sedang dan hanya hujan lokal. Namun hujan sangat sulit terjadi pada kondisi udara berasap.

“Kondisi asap menghalangi penguapan air jadi kemungkinan kecil terjadi hujan. Kemarin juga ada peluang hujan, tapi tidak terjadi,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK mencatat luas indikatif kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas 135.747 hektare sejak Januari hingga Juli 2019.

“Luas Indikatif Karhutla dilakukan melalui perhitungan menggunakan Interpretasi Citra Satelit Landsat OLI/TIRS, yang di-overlay dengan data sebaran titik panas (hotspot), sampai verifikasi groundcheck di lapangan dan laporan pemadaman yang dilaksanakan Manggala Agni,” kata Kepala Seksi Peringatan danDeteksi Dini, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Eva Famurianty dalam diskusi Pojok Iklim LKHK di Jakarta, Rabu (7/8).

Luas indikatif Karhutla mencapai 135.747 hektare itu terdiri dari lahan gambut  31.002 hektare dan lahan mineral 104.746 hektare.

Riau merupakan provinsi yang mengalami karhutla paling luas yakni 27.635 hektare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Karhutla

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top