Pembahasan Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat Ditarget Tuntas Tahun Ini

Pelindo II menargetkan pembahasan kajian terkait pengembangan pelabuhan laut dalam di Tanjung Carat yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api dapat tuntas paling lambat akhir tahun ini.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  12:51 WIB
Pembahasan Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat Ditarget Tuntas Tahun Ini
Dermaga Pelabuhan Tanjung Api-api di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. - Antara/Feny Selly

Bisnis.com, PALEMBANG – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC menargetkan pembahasan kajian terkait pengembangan pelabuhan laut dalam di Tanjung Carat yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api dapat tuntas paling lambat akhir tahun ini.
 
Diketahui, operator pelabuhan pelat merah itu berminat untuk terlibat pembangunan Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel).
 
Direktur Utama IPC Elvyn G Massasya mengatakan saat ini pembahasan masih berkutat seputar aspek teknis, aspek komersial dan studi kelayakan (feasibility study/FS).
 
“Tahapannya baru menyiapkan perangkat administrasi untuk Tanjung Carat, terutama FS. Kami targetkan pembahasan tersebut selesai tahun ini,” katanya usai mengunjungi Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin di Palembang, Sabtu (25/5/2019).
 
Elvyn menjelaskan perseroan sudah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kalangan pengusaha untuk merancang pengembangan deep sea port di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api—Api (TAA) itu.
 
Dia menilai Tanjung Carat merupakan wilayah potensial untuk dijadikan pelabuhan laut dalam. Namun demikian, Elyvn menegakan, perlu komitmen teguh bersama pemerintah daerah untuk merealisasikan pelabuhan yang dapat menjadi masa depan perekonomian Sumsel tersebut.
 
Oleh karena itu, dia melanjutkan, IPC sudah menandatangani nota kesepahaman Bersama (MoU) terkait pengembangan Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat.
 
Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan kerjasama dengan Pelindo II tak hanya kesepakatan hitam di atas putih, melainkan segera ada action yang nyata.
 
“Harapannya dengan kehadiran pelabuhan laut dalam ini dapat semakin memperlancar arus distribusi barang dari dan ke wilayah Sumsel,” katanya.
 
Apalagi, gubernur menambahkan, Sumsel memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang banyak di bidang pertanian, perkebunan juga pertambangan.
 
Deru meyakini setelah  MoU akan ada percepatan karena semua pihak seperti Pemprov dan Pelindo sudah sepakat mempercepat proyek tersebut, salah satunya melalui  investigasi dari pihak Pelindo  tentang draft hingga rencana bisnis ke depan.
 
Menurut dia, kapal-kapal bermuatan 30.000 ton bisa bersandar di Pelabuhan Tanjung Carat dengan draft minimal 10.000 ke atas.
 
Dia menambahkan sebetulnya sudah ada beberapa perusahaan sudah berminat menggunakan jasa pelabuhan laut dalam, salah satunya adalah PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang.
 
“Selain itu, jika pelabuhan telah beroperasi maka pengusaha ekspor di Sumsel  tak perlu jauh-jauh lagi ke Lampung dan Bengkulu atau Padang  untuk mengirim barang,” ujarnya.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo ii, tanjung api-api

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top