Dana Desa di Sumsel Dialokasikan untuk Pencegahan Karhutla

Sejumlah desa di Sumatra Selatan mulai mengalokasikan anggaran dana desa untuk pembelian alat pemadaman kebakaran ringan sebagai upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang berpotensi terjadi di daerah tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 29 April 2019  |  16:11 WIB
Dana Desa di Sumsel Dialokasikan untuk Pencegahan Karhutla
Kepala Bidang Pembinaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumsel Adi Yuswardi (tengah) bersama dengan Wakil Project Direktur Kelola Sendang David Ardian (kanan) saat acara pelatihan dan talkshow 21 desa area Kelola Sendang, Senin 29 April 2019. - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Sejumlah desa di Sumatra Selatan mulai mengalokasikan anggaran dana desa untuk pembelian alat pemadaman kebakaran ringan sebagai upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang berpotensi terjadi di daerah tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumsel, Adi Yuswardi, mengatakan peruntukan dana desa sebetulnya bisa digunakan untuk keperluan berbagai bidang, bergantung pada hasil musyawarah masyarakat desa setempat.

“Termasuk pula untuk lingkungan dan kesiapan menghadapi bencana. Gubernur Sumsel sendiri sudah membuat edaran penggunaan dana desa untuk cegah karhutla,” katanya di sela acara pelatihan dan talkshow 21 desa area Kelola Sendang, Senin (29/4/2019).

Adi mengatakan alokasi dana desa untuk karhutla telah diterapkan di sejumlah desa yang rawan karhutla, salah satunya Kabupaten Musi Banyuasin, terutama desa-desa yang memiliki lahan gambut karena mudah terbakar manakala musim kemarau tiba.

Dia mengatakan beberapa desa mengalokasikan biaya sekitar Rp30 juta dari dana desa untuk pengadaan alat pemadam ringan tersebut.

“Kami selama ini hanya menerima laporan terkait penggunaan dana desa karena keterbatasan dana jadi tidak bisa pantau langsung, tetapi mulai tahun ini kami berencana turun langsung ke lapangan untuk mengecek penggunaan dana desa,” katanya.

Adi memaparkan Sumsel mendapat alokasi dana desa sebanyak Rp2,6 triliun pada tahun ini yang diberikan untuk lebih dari 2.500 desa di provinsi itu.

Sementara itu, Wakil Project Direktur Kelola Sendang David Ardian mengatakan terdapat enam desa rawan karhutla yang berada di kawasan konservasi dan Taman Nasional Sembilang—Dangku di Musi Banyuasin.

“Sebetulnya kami membina 21 desa yang ada di lanskap Sembilang—Dangku, desa-desa ini merupakan penghubung taman nasional dan kawasan konservasi lainnya. Kami coba bina desa tersebut untuk menerapkan praktik konservasi yang baik,” katanya.

Adapun keenam desa yang rawan karhutla di lanskap itu adalah Desa Muara Medak, Desa Muara Merang, Desa Kepayang, Desa Karang Agung, Desa Galih Sari dan Desa Pulai Gading.

Menurut David salah satu faktor penting dalam pengelolaan dana desa  adalah tidak dikembangkan untuk hal-hal yang merusak lingkungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, dana desa, Karhutla

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top