Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sumsel Sambut Penggunaan Karet Rakyat untuk Aspal

Petani karet di Sumatra Selatan mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo yang berupaya menaikkan harga karet yang sekarang ini merosot dengan menyerap karet rakyat untuk aspal atau pembangunan infrastruktur jalan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  21:38 WIB
Sumsel Sambut Penggunaan Karet Rakyat untuk Aspal
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG – Petani karet di Sumatra Selatan mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo yang berupaya menaikkan harga karet yang sekarang ini merosot dengan menyerap karet rakyat untuk aspal atau pembangunan infrastruktur jalan.

"Petani karet di provinsi ini membutuhkan kebijakan yang dapat membantu mereka di tengah harga karet yang mengalami penurunan secara signifikan," kata Koordinator Poros Hijau Indonesia Sumsel, Chandra Anugrah Surya di Palembang pada Kamis (28/3/2019).

Kebijakan Jokowi menyerap karet rakyat untuk aspal proyek infrastruktur jalan yang gencar dilakukan akhir-akhir ini diharapkan bisa mendongkrak harga karet dan memperbaiki perekonomian rakyat.

Petani yang saat ini mengalami kesulitan akibat penurunan harga karet di pasar internasional, sangat signifikan berimbas pada perekonomian masyarakat provinsi ini yang sebagian besar mengandalkan pendapatan dari penjualan hasil kebun.

Sumsel merupakan salah satu provinsi yang memiliki luas 91.592 km2 yang terdiri dari 17 kabupaten/kota dengan 212 kecamatan, 354 kelurahan, dan 2.589 desa.

Wilayah yang luas itu memiliki sumber daya alam yang melimpah dan terdapat perkebunan karet rakyat yang cukup luas dan komoditas tersebut menjadi basis ekonomi masyarakat provinsi setempat.

"Sumsel memliki perkebunan karet terluas di Indonesia mencapai 1.000 hektare lebih yang 400 ribu hektare di antaranya merupakan perkebunan milik rakyat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karet

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top