Ditolak Masyarakat, Wamen ESDM Yakini PLTPB Gunung Talang Majukan Daerah

Rencana eksplorasi tersebut masih mendapat penolakan masyarakat sekitar Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, karena dikhawatirkan akan mengganggu sumber air di sekitar gunung tersebut sehingga berpotensi mengganggu mata pencarian warga.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 25 Maret 2019  |  12:05 WIB
Ditolak Masyarakat, Wamen ESDM Yakini PLTPB Gunung Talang Majukan Daerah
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) didampingi Wakil Menteri Archandra Tahar (kanan) menyampaikan pandangannya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, PADANG - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meyakini potensi energi panas bumi atau geothermal yang ada di Gunung Talang, Kabupaten Solok akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan kemajuan terhadap daerah jika dikelola dengan baik.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) untuk menghasilkan energi listrik.

“Potensi yang ada bisa dimanfaatkan untuk energi listrik, dan tentu saja bisa meningkatkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya, Sabtu (23/3/2019).

Dia mengatakan Gunung Talang adalah kekayaan daerah yang potensinya perlu dikembangkan dengan baik untuk kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk, pemanfaatannya harus memperhatikan lingkungan.

“Potensi yang besar itu harus dikelola dengan baik, dengan memperhatikan juga aspek lingkungannya,” kata Arcandra.

Sejauh ini, imbuhnya, pusat mengapresiasi upaya Pemkab Solok melestarikan hutan yang ada di sekitar Gunung Talang, sehingga tetap asri.

Dia juga meminta pemerintah daerah bisa bersinergi dengan baik dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat menyangkut pengembangan potensi energi yang ada di kawasan Gunung Talang.

Untuk diketahui, pemerintah telah memberikan izin kepada PT Hitay Daya Energi untuk mengelola potensi panas bumi atau geothermal di kawasan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Namun, rencana eksplorasi tersebut masih mendapat penolakan masyarakat sekitar Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, karena dikhawatirkan akan mengganggu sumber air di sekitar gunung tersebut sehingga berpotensi mengganggu mata pencarian warga.

Adapun, Pemprov Sumbar mempriotaskan panas bumi sebagai salah satu tujuan investasi di daerah itu, selain pariwisata, industri pengolahan, infrastruktur dan pengembangan sektor perikanan.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan potensi energi panas bumi Sumbar berkisar 1.700 MW tenaga listrik yang tersebar di 16 titik yang ada seluruh Sumbar.

Namun, potensi yang ada tersebut baru dikelola oleh PT Supreme Energi Muaro Labuh yang mengelola panas bumi di kawasan Kili Pinangawan, Kabupaten Solok Selatan dekat Gunung Kerinci.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
padang, geothermal, kementerian esdm

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top