Palembang Mendapat Alokasi 6.034 Sambungan Jaringan Gas

Kota Palembang dipastikan mendapat alokasi pembangunan jaringan gas untuk 6.034 sambungan rumah tangga.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  15:04 WIB
Palembang Mendapat Alokasi 6.034 Sambungan Jaringan Gas
Petugas memeriksa aliran gas pada kompor di salah satu rumah warga di sela-sela peresmian jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Mangunharjo, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (5/3/2019). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, PALEMBANG – Kota Palembang dipastikan mendapat alokasi pembangunan jaringan gas untuk 6.034 sambungan rumah tangga atau SR dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM pada tahun ini.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan kepastian tersebut didapat setelah pihaknya menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian ESDM terkait penyediaan dan pendistribusian gas bumi untuk rumah tangga.

“Kami mendukung pembangunan jargas (jaringan gas) ini. Wujud dukungannya dengan mempercepat proses perizinan, serta penanganan dampak dari pembangunan jaringan gas bumi,” ujarnya, Jumat (15/3/2019).

Harno memaparkan pembangunan jargas bertujuan untuk efisiensi dan mengubah perilaku masyarakat sehingga tidak lagi menggunakan tabung gas elpiji.

Dia menjelaskan pembangunan jargas telah tertuang dalam perencanaan RTRW serta RPJMD Kota Palembang Tahun 2019.

“Mengingat dampak positif bagi masyarakat, Pemerintah Kota Palembang mengajak seluruh kabupaten/kota untuk mendukung pembangunan jargas sebagai upaya mengurangi beban ekonomi masyarakat,” katanya.

Dia memerinci 6.034 jargas SR di Kota Palembang akan tersebar di lima kecamatan. Distribusi pembangunannya meliputi Kecamatan Sematang Borang di Kelurahan Srimulyani 974 SR dan Kelurahan Lebung Gajah 1.024 SR, Kecamatan Sako di Kelurahan Sako 1.371, Kecamatan SU I di Kelurahan 7 Ulu 374, Kecamatan SU II di Kelurahan Tangga Takat 637 SR, Kecamatan Jakabaring di Kelurahan 8 Ulu 856 SR dan Kelurahan 15 Ulu 798 SR.

Sementara itu, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto mengatakan, pembangunan jaringan gas rumah tangga merupakan bagian dari upaya diversifikasi energi yang dilakukan pemerintah. Kementerian ESDM akan membangun 78.216 jargas di 18 kabupaten/kota di Indonesia tahun ini melalui pendanaan APBN.

“Kami berharap bupati/wali kota dapat membantu percepatan proses perizinannya. Dan kami berharap pembangunannya selesai di 2019,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas rumah tangga

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top