Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siaga Karhutla Sumsel Bakal Ditetapkan Maret

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) segera menetapkan siaga kebakaran hutan dan lahan(Karhutla) untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi kabut asap.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  13:08 WIB
Petugas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memasukan garam ke dalam pesawat Cassa 212 TNI AU ketika akan melakukan operasi hujan buatan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Rabu (27/2/2019). Satgas Karhutla Provinsi Riau terus mengupayakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah di Riau dengan mengoptimalkan pemadaman dari darat dan udara, serta dibantu dengan operasi hujan buatan. - Antara/Rony Muharrman
Petugas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memasukan garam ke dalam pesawat Cassa 212 TNI AU ketika akan melakukan operasi hujan buatan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Rabu (27/2/2019). Satgas Karhutla Provinsi Riau terus mengupayakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah di Riau dengan mengoptimalkan pemadaman dari darat dan udara, serta dibantu dengan operasi hujan buatan. - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) segera menetapkan siaga kebakaran hutan dan lahan(Karhutla) untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi kabut asap.

Kepala BPBD Sumsel, H.Iriansyah di Palembang, Kamis, mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG musim kemarau dimulai pada April 2019, maka perlu pencegahan lebih dini.

Jadi pada Maret 2019 diperkirakan akan ditetapkan siaga Karhutla, tetapi pihaknya masih menunggu keputusan Gubernur Sumsel.

"Pada Maret 2019 akan ditetapkan sebagai status siaga Karhutla, tetapi untuk pastinya kita masih menunggu keputusan dari Guburnur Sumsel," ujar Iriansyah.

Dia mengatakan, siaga Karhutla tersebut ditetapkan lebih awal tersebut untuk pencegahan lebih dini.

Hal ini karena pihaknya tidak menginginkan terjadi kabut asap akibat Karhutla seperti yang terjadi pada 2015.

Apalagi Sumsel banyak terdapat lahan gambut dan bila musim kemarau rawan terbakar sehingga harus dicegah sejak dini.

Sementara untuk bantuan peralatan akan dilakukan secara bertahap karena perlu disiapkan administrasi terlebih dahulu.

Sementara yang perlu dilakukan dalam pencegahan Karhutla antara lain patroli udara dan pembahasan lahan.

Memang dalam pencegahan Karhutla itu pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi(Rakor) dengan unsur terkait termasuk dengan kabupaten dan kota yang rawan kebakaran.

Dalam Rakor itu antara lain dibahas kesiapsiagaan masing - masing dinas terkait seperti Dinas Perkebunan yang secara rutin telah melakukan sosialisasi tentang pembukaan lahan dengan cara tidak membakar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran lahan

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top