Ini 5 Negara Paling Besar Berinvestasi di Sumbar

Sepanjang 2018 lalu, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mencatatkan total investasi yang masuk ke daerah itu mencapai Rp4,7 triliun yang lebih dari setengahnya adalah investasi asing.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  11:36 WIB
Ini 5 Negara Paling Besar Berinvestasi di Sumbar
Operator mengoperasikan alat berat di terminal batu bara Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Rabu (9/1/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PADANG—Sepanjang 2018 lalu, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mencatatkan total investasi yang masuk ke daerah itu mencapai Rp4,7 triliun yang lebih dari setengahnya adalah investasi asing.

Total penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke daerah itu selama 2018 mencapai US$ 180 juta atau setara Rp2,43 triliun dengan menggunakan kurs Rp13.500 per dolar Amerika.

Adapun, dari investasi itu, lima negara penyumbang investasi terbesar adalah Jepang, China, Malaysia, Singapura, dan Australia.

“Paling dominan Jepang. Mereka investasi di beberapa sektor, seperti pertambangan, industri makanan, perkebunan, dan hotel dan restoran,” kata Maswar Dedi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Jumat (22/2/2019).

Dia mengungkapkan total investasi Jepang sepanjang tahun lalu di Sumbar mencapai US$ 49,17 juta. Disusul kemudian investasi dari China sebesar US$ 42,84 juta, Malaysia sebesar US$ 28,63 juta, Singapura sebesar US$ 21,12 juta, dan Australia sebesar US$ 10,48 juta.

Menurutnya, untuk tahun ini, investasi Jepang berpotensi kian meningkat, setelah sebuah perusahaan dari negara tersebut, yakni Kishi Group berencana menambah investasi di sektor peternakan ayam di Padang Pariaman.

Perusahaan tersebut juga berencana menanamkan modalnya untuk pengolahan ikan tuna ekspor, pengolahan limbah medis, dan pengelolaan sampah untuk menghasilkan energi.

“Dari Jepang kemungkinan akan semakin besar. Karena tahun ini sudah ada rencana investasi dari perusahaan Jepang. Totalnya bisa mencapai Rp500 miliar,” kata Dedi.

Kishi Group, imbuhnya, akan menambah investasi peternakan ayam dari 50.000 ekor menjadi 500.000 ekor di Padang Pariaman.

Peternakan ayam itu, juga akan dikembangkan lebih lanjut, dengan pengolahan mengikuti standar di negeri Sakura, karena diprioritaskan untuk kebutuhan ekspor guna melayani restoran dan hotel di Jepang.

“Jadi mereka bikin peternakan di sini, dilengkapi dengan teknologi standar mereka dan kemudian diekspor lagi ke Jepang,” katanya.

Kishi Kasoburo, Pimpinan Kishi Group menyebutkan perusahaan mereka fokus di bidang penelitian dan pengembangan sintetis, serta berinvestasi di berbagai bidang usaha.

“Kami merupakan kelompok peneliti dan pengusaha yang fokus pada sintetis berbagai produk alami yang kompleks. Kami tertarik bekerjasama dengan Sumbar,” katanya.

Adapun, Pemprov Sumbar menargetkan investasi yang masuk ke daerah itu tahun ini mencapai Rp4,3 triliun atau sedikit di atas target tahun lalu yang hanya sebesar Rp4,1 triliun.

Untuk mengejar target tersebut, pemda setempat memfokuskan investasi pada bidang energi terbarukan, pengembangan pariwisata, industri pengolahan, dan perikanan.

Sementara itu, tahun lalu, total investasi yang masuk ke Sumbar sebesar Rp4,7 triliun atau mencapai 112% dari target Rp4,1 triliun.

Investasi itu terdiri dari PMND sebesar Rp2,3 triliun atau lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar Rp3,4 triliun. Namun, untuk investasi asing mencapai realisasi 341% dari target, yakni US$180 juta dari target yang hanya US$52 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pma, sumatra barat, pmdn, penanaman modal asing (pma)

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top