Konsumsi Gula Besar, Sumsel Tambah Satu Pabrik

Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan memastikan akan ada penambahan satu pabrik gula baru di daerah itu untuk mendukung produksi gula, yang selama ini disuplai dari provinsi tetangga.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 11 Januari 2019  |  11:35 WIB
Konsumsi Gula Besar, Sumsel Tambah Satu Pabrik
Pabrik Gula (PG) Mojo di Sragen, Jawa Tengah, milik PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). - JIBI/Pamuji Tri Nastiti

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan memastikan akan ada penambahan satu pabrik gula baru di daerah itu untuk mendukung produksi gula, yang selama ini disuplai dari provinsi tetangga.
 
Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) Akhmad Najib mengatakan pabrik baru yang akan beroperasi tahun ini adalah milik PT Pratama Nusantara Sakti.
 
“Untuk saat ini, baru ada dua pabrik gula yang beroperasi di Sumsel, yakni PTPN VII Cinta Manis dan PT Laju Perdana Indah (LPI),” ujarnya, Jumat (11/1/2019).

Sementara itu, ada empat perusahaan perkebunan tebu di provinsi tersebut. Selain tiga perusahaan tadi, ada pula PT Pemuka Sakti Manis Indah.

Meski demikian, sebagian besar kebun Pemuka Sakti Manis Indah masuk ke wilayah Provinsi Lampung.

Najib mengklaim produktivitas Sumsel di sektor ini tak mengalami masalah, tapi masih belum mampu memenuhi kebutuhan gula masyarakat. Oleh karena itu, penambahan pabrik gula diharapkan dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gula di Sumsel.
 
"Selain itu, adanya pabrik baru berdampak pada penyerapan tenaga kerja, mengurangi pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” terangnya.

Pada 2018, produksi gula dari dua pabrik yang beroperasi baru sebesar 77.670 ton. Sementara itu, konsumsi gula di Sumsel mencapai 79.002 ton per tahun. Dengan demikian, ada kekurangan sebesar 2.670 ton.
 
"Lahan dari beberapa pabrik sudah Hak Guna Usaha (HGU), sudah tanam dan produksi, hanya tinggal melihat pemanfaatan dan kendalanya,” lanjut Najib.
 
Adapun luasan areal tebu dan pabrik sekitar 30.000 hektare (ha), yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU)Timur, dan Ogan Ilir.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Fakhrurrozi Rais juga menyatakan pada tahun ini, akan diresmikan satu lagi pabrik baru.
 
"Adanya pabrik baru akan mencukupi kebutuhan gula di Sumsel. Semua hasil panen akan dikelola di sini, peningkatannya bisa sampai 50%. Terlebih luas tanam cukup," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, pabrik gula

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top