Pemkot Banda Aceh Manfaatkan Sungai Bangun Wisata Kuliner

Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan revitalisasi bantaran sungai Krueng Aceh untuk menghidupkan wisata kuliner sekaligus membuat penataan kota lebih indah.
Abdul Hadi Firsawan | 10 Juli 2018 20:48 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan revitalisasi bantaran sungai Krueng Aceh untuk menghidupkan wisata kuliner sekaligus membuat penataan kota lebih indah.

Pembenahan kawasan tersebut juga dilakukan untuk memindahkan pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan Ahmad Yani ke bantaran sungai.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan, revitalisasi yang diberi nama "Peunayong Kuliner Riverwalk" itu menjadikan bantaran sungai Krueng Aceh sebagai destinasi wisata baru di Banda Aceh. Revitalisasi sudah dimulai awal tahun 2018 dan ditargetkan selesai pada akhir 2019.

"Nanti akan jadi wisata pantai, water front city, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan ini. Jadi tidak lagi berjualan di jalan, tapi bisa di area riverwalk supaya lebih strategis," kata Aminullah di Banda Aceh, Selasa (10/7/2018).

Melalui revitalisasi tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh ingin memanfaatkan bantaran sungai menjadi daerah kuliner sekaligus menjadi tempat berjualan para pedagang kuliner. Dari situ, kata Aminullah, bisa menghidupkan ekonomi rakyat dan membuat jalan tidak semrawut.

"Jadi nanti paling kurang, dengan adanya ini akan membuka lapangan kerja, itu jelas. Ini jadi destinasi baru juga bagi Kota Banda Aceh," tuturnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Banda Aceh Jalaluddin menyebutkan, dibutuhkan anggaran sebesar Rp34 miliar untuk pembangunan riverwalk di Desa Peunayong. Melalui APBN tahun ini, pemerintah mengucurkan dana Rp5,2 miliar untuk pembangunan Peunayong Kuliner Riverwalk.

Selebihnya, ujar Jalaluddin, pihaknya mengajukan sisa biaya pembangunan riverwalk pada APBN 2019. Mereka berharap pada akhir 2019 pembangunan riverwalk selesai dan bisa dimanfaatkan. Kota Banda Aceh sendiri masuk ke dalam program Urban Development Management Advisory yang salah satu programnya mengurangi kawasan kumuh dan memberi akses sanitasi maksimal.

"Pembangunan kuliner riverwalk di Peunayong, kita ingin bangun suatu kawasan yang bisa diandalkan tempat kulinernya. Karena itu kita manfaatkan elemen sungai, di Krueng Aceh," kata Jalaluddin di ruang kerjanya, Selasa (10/7/2018).

Riverwalk sendiri memiliki panjang sekitar 800 meter dan mampu menampung sekitar 54 pedagang kuliner. Sedangkan fasilitas umum yang akan dibangun ialah toilet dan musala. Pemerintah dan pedagang juga sudah membicarakan terkait pengelolaan sampah di kawasan tersebut.

Kota Banda Aceh dibelah oleh sungai, karena itu pemerintah kota ingin memanfaatkan kondisi geografis tersebut menjadi sesuatu yang bisa dikelola, misalnya dari segi pariwisata. Di samping itu, Jalaluddin menilai sungai mempunyai pemandangan yang menarik, sehingga masyarakat akan datang.

Dengan pindahnya pedagang kaki lima dari badan jalan Ahmad Yani ke kawasan riverwalk yang tidak jauh dari itu, jalan Ahmad Yani dinilai akan lebih lapang dan tidak semrawut lagi. Selain itu, riverwalk juga menawarkan tempat berdagang yang lebih strategis.

“Kita punya konsep yang lebih besar lagi untuk riverwalk ini, kita berencana bangun jembatan gantung ke seberang sungai, jadi ini akses masyarakat untuk rekreasi kuliner. Tapi ini lebih besar anggarannya, kita selesaikan riverwalk dulu,” cerita Jalaluddin.

Selain membangun riverwalk di sungai Krueng Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh juga memperbaiki kawasan bantaran sungai Krueng Daroy agar kawasan bersejarah itu tampak lebih cantik. Di kawasan itu sedang dilakukan pengecoran rabat beton pedestrian di sisi Gunongan, sebuh bangunan bersejarah di Aceh.

Pemerintah ingin kawasan Krueng Daroy kembali indah dan bergeliat dengan wisata kuliner.

Tag : banda aceh, wisata kuliner
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top