Geopark Kaldera Toba Dinilai Oleh Tim UNESCO

Oleh: Ropesta Sitorus 03 Agustus 2018 | 01:29 WIB
Geopark Kaldera Toba Dinilai Oleh Tim UNESCO
Kapuslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian PUPR Rezeki Peranginangin (kiri) mendampingi Bupati Samosir Rapidin Simbolon saat meninjau fasilitas toilet wisata kelas internasional di Geopark Kaldera Toba, Samosir, Jumat (23/3/2018)./Bisnis.com-Rustam Agus

Bisnis.com, TAPUT – Rombongan tim penilai dari UNESCO Global Geopark (UGG) mulai bekerja melakukan penilaian tentang kesiapan Geopark Kaldera Toba untuk dapat menjadi anggota UGG.

Penjabat Gubernur Sumatra Utara, Eko Subowo bersama Tim Geopark Kaldera Toba yang dipimpin Kadis Pariwisata dan Budaya Provinsi Sumut Wan Hidayati menyambut kedatangan tim assessment dari UNESCO Global Geopark (UGG) Kirstin Thompson Lemon dan Rasanubari Asmah Rahman di Bandara Silangit Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kamis (2/8).

Rencananya tim tersebut akan melakukan observasi langsung sampai 4 Agustus mendatang. "Saya berharap tim dapat memberi penilaian yang baik, sehingga hasil kerja keras para stakeholder Kaldera Toba beserta 7 pemerintah daerah sekitar kawasan Danau Toba dapat diakui dunia," ujar Eko seperti dikutip dari keterangan resmi.

Pemerintah Provinsi Sumut, kata Eko, mendukung tim GKT untuk terus melakukan pembangunan dalam upaya memperkenalkan kawasan Danau Toba di mata dunia sehingga akan terus menambah para wisatawan, baik lokal maupun internasional.

Dia menjelaskan GKT mempunyai 13 geosite dengan pemandangan yang indah, yakni, Tongging Sipiso-piso, Silalahi Sabungan, Haranggaol, Sibaganding Parapat, Taman Eden, Balige Liong Spige Meat, Situmurun Blok Uluan dan Hutaginjang. Kemudian Muara Sibandang, Sipinsur Bakti Raja, Bakara Tipang, Tele Pangururan dan Pusuk Buhit.

"Semoga apa yang kita lakukan dapat membuahkan hasil yang baik serta menjaga kelestarian Danau Toba sendiri," imbuhnya.

Sementara itu, Kirstin Lemon mengatakan kedatangan tim tersebut bukan sebagai penentu keputusan GKT menjadi anggota UGG, melainkan untuk melihat langsung kesiapan GKT sendiri dan membuat laporan yang akan disampaikan untuk diproses di UNESCO hingga Mei 2019 mendatang.

"Kami berharap dengan kunjungan kami ke sini kali ini dapat banyak belajar tentang keadaan dan situasi, serta menerima banyak informasi tentang Kaldera Toba. Terimakasih juga kepada para Bupati di Kawasan Danau Toba yang terus memberikan dukungan kepada GKT,” katanya.

Penyambutan yang dihadiri Bupati Tobasa Darwin Siagian dan perwakilan Bupati se-kawasan Danau Toba, mantan Wagubsu Nurhajizah Marpaung, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas S Sitorus, Staf Ahli Gubsu Binsar Situmorang,  Tim GKT, Badan Otorita Danau Toba, budayawan, dan ahli biologi itu juga diisi dengan pemaparan tentang GKT oleh GM Geopark Kaldera Toba Wan Hidayati, yang kemudian langsung dilakukan observasi dan peninjauan.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya