Harga Pertamax Tertinggi Nasional, Pemprov Bakal Temui Pertamina

Oleh: Arif Gunawan 02 Juli 2018 | 14:00 WIB
Harga Pertamax Tertinggi Nasional, Pemprov Bakal Temui Pertamina
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau berencana bertemu dengan PT Pertamina (Persero) untuk membahas harga Pertamax di daerah itu dalam waktu dekat. Provinsi tersebut menjadi daerah dengan harga Pertamax tertinggi di seluruh Indonesia.

Jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia, harga Pertamax series dan Dex series di Riau memang menjadi yang tertinggi bersama dengan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Batam.

Pertamax dijual seharga Rp9.900 per liter di Pekanbaru dan wilayah Riau, naik Rp900 dari sebelumnya Rp9.000 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo yang sebelumnya Rp10.200 per liter menjadi Rp11.100 per liter.

Adapun Dexlite yang sebelumnya Rp8.400 per liter naik menjadi Rp9.400 per liter. Lalu, Pertamina Dex yang sebelumnya Rp10.550 per liter naik menjadi Rp11.000 per liter.

Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau Darusman mengatakan harga bahan bakar Pertamax series ini memang termasuk BBM nonsubsidi.

"Ini nonsubsidi ya, kami mau ke Pertamina nanti [membahas harga Pertamax di Riau]," ujarnya, Senin (2/7/2018).

Darusman menuturkan sebelum bertemu dengan Pertamina, pihaknya akan terlebih dahulu mengumpulkan informasi dan data terkait kenaikan harga serta kebijakan yang berkaitan dengan penetapan harga jual bahan bakar khusus tersebut di wilayah Riau.

Sebelumnya, harga jual Pertalite di Riau juga menjadi tertinggi nasional bila dibandingkan daerah lain yang seharga Rp7.800 per liter, yaitu Rp8.150 per liter. 

Kondisi ini memicu aksi demonstrasi mahasiswa dan protes masyarakat. Penyebab tingginya harga adalah besarnya Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di daerah itu yang sebesar 10% dibandingkan daerah lain yang hanya sebesar 5%.

Akhirnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama legislatif setempat menurunkan besaran PBBKB melalui revisi Peraturan Daerah (Perda) menjadi 5%. Sejak itu, harga jual Pertalite di daerah itu sudah sama dengan Jakarta yaitu Rp7.800 per liter.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya