Jelang Asian Games 2018, Perusahaan Perkebunan dan Kehutanan di Sumsel Amankan Karhutla

Oleh: Dinda Wulandari 15 Mei 2018 | 14:34 WIB
Simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Siak, Riau./Antara-Rony Muharrman

Bisnis.com, PALEMBANG – Perusahaan perkebunan dan kehutanan di Sumatra Selatan (Sumsel) memastikan telah mengamankan wilayahnya agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang Asian Games 2018.

GM Fire Management APP Sinar Mas Sujica Lusaka mengatakan sebagai perusahaan yang beroperasi di salah satu tempat gelaran Asian Games 2018, pihaknya bertanggung jawab untuk mendukung terciptanya situasi kondusif sepanjang pelaksanaan pesta olah raga antar bangsa Asia tersebut.

“Asian Games yang akan digelar pada Agustus 2018 tersebut bersamaan dengan puncak musim kemarau. Sejalan dengan instruksi pemerintah, kami berkomitmen untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan agar wilayah Sumsel bebas asap,” ujarnya, Selasa (15/5/2018).

Menurut Sujica, hingga 2018, APP Sinar Mas telah menginvestasikan lebih dari US$100 juta dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Tak hanya itu, perusahaan juga menambah investasi sekitar US$3,8 juta yang khusus dialokasikan guna persiapan jelang dan selama Asian Games berlangsung sepanjang Mei-Oktober 2018.

“Khusus menghadapi musim kemarau dan Asian Games 2018, Key Performance Indicator (KPI) terkait mitigasi bencana karhutla kami tingkatkan hingga dua kali lipat, sehingga diharapkan akan dua kali lebih efektif dalam mengurangi risiko kebakaran,” terangnya.

Sujica melanjutkan di tiap desa yang dianggap rawan kebakaran disediakan pos terintegrasi yang terdiri dari petugas gabungan, mulai Regu Pemadam Kebakaran (RPK), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, hingga TNI dan Polri. Dilengkapi dengan peralatan dan logistik, para petugas di pos ini fokus dalam sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat sekitar.

Saat ini, terdapat 2.700 personel RPK. Pihaknya juga menambah 460 personel RPK di regional Sumsel. Mereka dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran, seperti mobil pemadam kebakaran, mobil tangki, speed boat dan sepeda motor yang bersiaga selama 24 jam.

Di bagian hulu, APP Sinar Mas telah menerapkan Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sejak 2015 untuk pencegahan kebakaran.

“Program DMPA fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konsesi melalui kegiatan berbasis kehutanan dan pertanian terpadu. Masyarakat diarahkan untuk bercocok tanam maupun beternak dengan memanfaatkan lahan tanpa melalui proses membakar,” ujar Head of Social & Security Sinar Mas Forestry Region Palembang Zulhadi Aziz.

Dia menyebut hingga April 2018, program DMPA di Sumsel telah mengalokasikan dana senilai Rp4,39 miliar yang telah diimplementasikan di 28 desa dengan total 1.996 KK penerima manfaat program.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya