DJPb Sumsel Apresiasi Kinerja Anggaran Tahun 2017

Oleh: Dinda Wulandari 23 April 2018 | 16:25 WIB
DJPb Sumsel Apresiasi Kinerja Anggaran Tahun 2017
Ilustrasi: Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan./Antara-Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) memberikan apresiasi kepada satuan kerja/lembaga di Sumatra Selatan yang melaksanakan kinerja anggaran tahun 2017 sesuai dengan indikator yang ditetapkan.

Kepala DJPb Kanwil Sumatra Selatan Sudarso mengatakan terdapat 12 indikator yang menjadi penilaian kinerja pelaksanaan anggaran.

“Kami ingin agar kualitas penganggaran di setiap satuan kerja/lembaga ditingkatkan, sehingga tidak menumpuk di triwulan akhir setiap tahun,” katanya, Senin (23/4/2018).

Sudarso memaparkan sering kali terdapat satker/lembaga yang terlalu sering merevisi anggaran. Padahal semakin jarang revisi, maka penganggaran entitas tersebut menjadi lebih baik. “Kami juga mengukur efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan satker/lembaga.”

Adapun indikator yang diterapkan Kanwil DPJb yang memiliki bobot penilaian tertinggi adalah penyelesaian tagihan dan penyerapan anggaran yakni sebesar 20%.

Dia menjelaskan dalam penyelesaian tagihan, pihaknya menghitung penyelesaian tagihan yang tepat waktu. “Sementara untuk penyerapan anggaran dihitung berdasarkan persentase realisasi anggaran terhadap pagunya. Targetnya kan penyerapan anggaran itu sebesar 90% pada triwulan IV.”

Adapun pemenang kategori kementerian negara/lembaga diberikan kepada Mahkamah Agung, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Pertanian.

Sementara untuk kategori badan layanan umum, pihaknya mengapresiasi Universitas Sriwijaya, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Palembang.

Penghargaan juga diberikan kepada satuan kerja instansi vertikal pagu di atas Rp10 miliar, satuan kerja instansi vertikal pagu sampai dengan Rp10 miliar dan organisasi perangkat daerah.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya