Bisnis.com, BATAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) terus melakukan upaya penghematan anggaran. Hingga saat ini efisiensi anggaran sudah mencapai angka Rp280 miliar, meningkat dari yang sebelumnya Rp235 miliar.
"Penghematan yang kami lakukan berasal dari penundaan sejumlah kegiatan tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, seremoni dan rapat di hotel, serta hal-hal lainnya," kata Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Jumat (28/2/2025).
Nyanyang menjelaskan bahwa anggaran yang sekarang diprioritaskan pada kepentingan masyarakat. "Efisiensi ini juga tidak akan berpengaruh pada kesejahteraan ASN di lingkup Pemprov Kepri. Tunjangan kinerja (tukin) pegawai juga tidak akan dipotong," katanya lagi.
Menurut mantan anggota DPRD Kepri ini, efisiensi ratusan miliar diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan pemerintah pusat dalam pengelolaan anggaran yang lebih efisien.
Nyanyang juga menegaskan, bahwa kebijakan ini tidak akan menghambat kinerja pemerintahan di Kepri. Ia optimis efisiensi bakal membuat penggunaan anggaran lebih efektif dan transparan.
"Kami pastikan pemangkasan ini tidak mengganggu kinerja pemerintah. Justru ini menjadi dorongan bagi kami untuk lebih bijak dalam menggunakan anggaran," ujarnya.
Baca Juga
Sektor pendidikan dan kesehatan tetap akan jadi prioritas utama dalam alokasi anggaran daerah. "Kami masih akan terus pantau untuk ke depannya, sehingga anggaran yang ada bisa digunakan dengan tepat sasaran," pungkasnya.