Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Kepri Ungkap Cara Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Negeri Segantang Lada

Pasca Covid-19 berakhir 2 tahun lalu, kunjungan wisman ke Kepri belum kembali ke puncaknya seperti tahun 2019 (2,86 juta).
Ikon wisata Kepri./Ist
Ikon wisata Kepri./Ist

Bisnis.com, BATAM - Pasca Covid-19 berakhir dua tahun lalu, kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Kepulauan Riau (Kepri) belum kembali ke puncaknya seperti tahun 2019 (2,86 juta orang).

Untuk mengakselerasi kunjungan wisman, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri mendorong pemerintah daerah agar mengupayakan kebijakan bebas visa untuk wisman dari negara-negara potensial seperti Korea Selatan, Jepang, India dan Tiongkok.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 lalu, kunjungan wisman ke Negeri Segantang Lada secara kumulatif mencapai 1,53 juta atau naik 101,92% dari 2022. Pertumbuhan tersebut cukup signifikan disebabkan oleh pembukaan akses masuk wisman sejak April 2022," kata Kepala BI Perwakilan Kepri, Suryono, di Batam, Senin (26/2/2024).

Berdasarkan rekam jejak kunjungan wisman ke Kepri, BI melihat potensi untuk meningkatkannya lebih tinggi lagi. "Hal ini perlu didukung oleh peningkatan akses aksesibilitas, amenitas, atraksi, serta promosi dan pelaku usaha dalam sektor pariwisata," katanya lagi.

Selain itu berbagai upaya lain dapat dilakukan antara lain, memberlakukan kebijakan negara bebas visa, khususnya negara dengan kunjungan wisman yang potensial, seperti Korea Selatan, Jepang, India dan Tiongkok.

"Lalu mendorong peningkatan economics of scale dari operator kapal, sehingga harga tiket kapal bisa lebih murah dengan meningkatkan keterisian penumpang kapal," imbuhnya.

Lalu mendorong berbagai program hot deals atau paket wisata serta sejenisnya dalam menambah daya tarik kunjungan wisata ke berbagai wilayah di Kepri.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan Kepri hingga saat ini masih menjadi tiga besar provinsi dengan jumlah kunjungan wisman tertinggi, selain Jakarta dan Bali. 

"Yang terakhir, Kepri juga memiliki potensi event sport tourism dengan maraknya event internasional bernuansa olahraga, yang digelar di Kepri. Juga potensi halal tourism yang ada di Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang dan juga menjadi Hub pariwisata international Pulau Sumatera melalui tourism linkages network," ungkapnya.

Menurut Ansar, Kepri sebagai salah satu daerah yang berada di jalur penting perlintasan international, dan juga sebagai cross border tourism destination wilayah Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand, tentu merupakan keuntungan luar biasa yang harus dimanfaatkan untuk kemajuan Kepri. 

"Karenanya Kepri akan terus kita dorong sebagai daerah industri dan juga wisata. Mengingat Kepri memang menempatkan industri menjadi tujuan utama, disusul sektor pariwisata sebagai tujuan utama kedua dari negeri berjuluk Segantang Lada ini, " jelasnya.(K65)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper