Nilai Ekspor dan Impor di Sumbar pada Penutupan 2023

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga penutupan tahun 2023 nilai ekspor dan impor di Provinsi Sumatra Barat kompak mengalami penurunan.
Deretan kontainer warna-warni di Pelabuhan Busan, Republik Korea Selatan./Bloomberg-SeongJoon Cho.
Deretan kontainer warna-warni di Pelabuhan Busan, Republik Korea Selatan./Bloomberg-SeongJoon Cho.

Bisnis.com, PADANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga penutupan tahun 2023 nilai ekspor dan impor di Provinsi Sumatra Barat kompak mengalami penurunan.

Plt. Kepala BPS Sumbar Amalia A. Widyasanti menjelaskan untuk nilai ekspor asal Sumbar pada Desember 2023 sebesar US$163,35 juta atau turun sebesar 29,91% dibandingkan dengan ekspor November 2023 yang sebesar US$233,05 juta. 

Sedangkan untuk kondisi impor selama Desember 2023 tercatat sebesar US$30,64 juta dan mengalami penurunan sebesar 19,38% dibandingkan dengan impor November 2023 yang tercatat senilai US$38,01 juta.

"Ekspor asal Sumbar Desember 2023 ini mengalami penurunan sebesar 16,01 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Begitupun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya nilai impor pada Desember 2023 naik 49,96%," katanya, Kamis (1/2/2024).

Dia menyampaikan khusus untuk ekspor asal Sumbar pada Desember 2023 terjadi pada beberapa golongan barang, dengan nilai terbesar adalah golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar US$128,50 juta, diikuti golongan karet dan barang dari karet (HS 40) sebesar US$11,36 juta, dan golongan bahan-bahan nabati (HS 14) sebesar US$7,05 juta. 

Bila dilihat peranan golongan barang terhadap total ekspor Januari-Desember 2023 tercatat 80,41% merupakan ekspor dari golongan lemak dan minyak hewan/nabati, 3,53% merupakan golongan karet dan barang dari karet (HS 40).

Pada Desember 2023 itu, komoditas yang paling banyak diekspor pada golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) adalah liquid fractions of palm oil, refined oil, but not chemically modified, with iodine value 55 or more, but less than 60 (US$78,35 juta), crude palm oil (US$25,93 juta), dan Refined palm oil (US$19,28 juta). 

Selanjutnya pada golongan karet dan barang dari karet (HS 40) komoditas yang diekspor adalah technically specified natural rubber (TSNR) 20 dan compounded rubber, oth than natural gums with carbon black/silica, unvulcanised, in primary forms/ in plates,sheets/strip sebesar US$10,16 juta dan US$1,21 juta 

Dia mengatakan ekspor asal Sumbar pada Desember 2023 dikirim ke beberapa negara tujuan. Nilai ekspor terbesar pada Desember 2023 adalah ke Pakistan sebesar US$49,71 juta, dan selanjutnya ke India sebesar US$43,86 juta.

"Ekspor asal Sumbar ke India memiliki peran yang terbesar terhadap total ekspor Sumatera Barat pada Januari-Desember 2023, yaitu sebesar 29,81% dengan komoditas utama yang diekspor adalah crude palm oil," jelas dia. 

Selanjutnya ekspor ke Pakistan memberikan peran sebesar 26,73% dan ekspor ke Bangladesh memberikan peran sebesar 9,65%. Komoditas utama yang diekspor ke Pakistan pada Desember 2023 adalah liquid fractions of palm oil, refined oil, but not chemically modified, with iodine value 55 or more, but less than 60. 

Sedangkan untuk ekspor produk industri pengolahan mengalami penurunan sebesar 31,99% dibandingkan bulan sebelumnya. Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total ekspor Sumbar periode Januari-Desember 2023 sebesar 95,28%.

Ekspor senilai US$163,35 juta pada Desember 2023 sebagian besar dimuat di pelabuhan muat yang ada di Sumbar. Kondisi ini mengalami penurunan sebesar 30,15% dibanding bulan sebelumnya

Selanjutnya untuk nilai impor yang tercatat di KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai) Sumbar selama Desember 2023 sebesar US$30,64 juta, mengalami penurunan sebesar 19,38% dibandingkan dengan impor November 2023 yang tercatat senilai US$38,01 juta. 

Menurutnya jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya nilai impor pada Desember 2023 naik 49,96% yang datang dari golongan bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$18,57 juta. 

"Golongan bahan bakar mineral (HS 27) yang diimpor sebagian besar adalah golongan Motor spirit, unleaded, of RON 90 and above but below RON 97, unblended. Impor bahan bakar mineral mendominasi impor Sumatera Barat pada Januari-Desember 2023, yaitu 71,42%," sebutnya.

Melihat pada Desember 2023, komoditas yang paling banyak diimpor pada golongan bahan bakar mineral (HS 27) adalah Motor spirit, unleaded, of RON 90 and above but below RON 97, unblended (US$18,57 juta). 

Selanjutnya pada golongan pupuk (HS 31) komoditas yang diimpor adalah Potassium chloride (US$4,59 juta) dan Mineral or chemical fertilisers containing the three fertilising elements nitrogen, phosphorus and potassium sebesar US$0,34 juta.

Dari total impor pada Desember 2023 terlihat impor terbesar berasal dari Singapura senilai US$10,02 juta, yang didominasi oleh golongan bahan bakar mineral (HS 27), yaitu Motor spirit, unleaded, of RON 90 and above but below RON 97, unblended. 

"Secara kumulatif, impor Sumbar pada Januari-Desember 2023 didominasi asal Singapura, yaitu 46,51% dari total impor," kata dia lagi.

Impor Sumbar pada Desember 2023 senilai US$30,64 juta, sebagian besar merupakan golongan bahan baku/penolong. Impor golongan bahan baku/penolong ini mengalami penurunan sebesar 2,74% dibanding dengan bulan sebelumnya.

Lalu pada Desember 2023 senilai US$30,64 juta sebagian besar melalui pelabuhan bongkar Teluk Bayur. Impor melalui pelabuhan bongkar Teluk Bayur ini mengalami penurunan 19,38% dibandingkan bulan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper