Dampak Ledakan Semen Padang Hospital, Dibuka Layanan Darurat

Manajemen Semen Padang Hospital (SPH) membuka layanan darurat di depan rumah sakit pasca meledaknya pada bagian lantai SPH Selasa (30/1) kemarin.
Layanan darurat yang di Semen Padang Hospital, Rabu (31/1/2024)./Bisnis-Muhammad Noli Hendra
Layanan darurat yang di Semen Padang Hospital, Rabu (31/1/2024)./Bisnis-Muhammad Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG — Manajemen Semen Padang Hospital (SPH) membuka layanan darurat di depan rumah sakit pasca ada ledakan di pada bagian lantai SPH Selasa (30/1/2024) kemarin.

GM Corporate Communication SPH dr Dewi Nensi Putri mengatakan layanan darurat tersebut didirikan tepat berada di bagian sisi kanan rumah sakit dengan cara menyiapkan tenda yang difasilitasi oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang.

"Di tenda itu ada petugas dari SPH yang melayani masyarakat maupun pasien yang menjalani rawat jalan. Jadi pasien yang ingin mendapatkan obat, bisa di tenda layanan tersebut," katanya, Rabu (31/1/2024).

Dia menyebutkan layanan darurat tersebut akan berlaku sampai ada kepastian SPH dibuka kembali. Karena sesuai dengan kebijakan pihak SPH, saat ini SPH ditutup sementara waktu, sembari pihak kepolisian melakukan investigasi di lokasi kejadian.

Menurutnya saat ini pihak kepolisian masih melakukan investasi akibat peristiwa ledakan tersebut. Bahkan sampai sekarang pihak SPH belum bisa mengetahui berapa kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa itu.

"Saya belum bisa menyampaikan nilai kerugiannya, karena investasi dari kepolisian masih jalan. Jadi kami tunggu dulu hasil investigasinya," sebut Dewi.

Sedangkan untuk pekerja di SPH, kata Dewi, tidak ada yang dirumahkan dan tetap masuk kerja ke rumah sakit, mengingat masih ada pasien yang masih ditangani.

Untuk diketahui akibat peristiwa ledakan yang terjadi di rumah sakit milik PT Semen Padang itu, telah menyebabkan 18 korban luka dan 108 pasien dievakuasi atau dirujuk ke 11 rumah sakit yang ada di Kota Padang.

Dari penjelasan Kapolresta Padang Kombes Ferry Harahap pada Selasa (30/1) kemarin dugaan penyebab terjadinya ledakan itu, bersumber dari perbaikan AC.

"Ada pengerjaan perbaikan AC. Lalu pekerja istirahat dan pergi meninggalkan lokasi perbaikan AC itu. Ternyata pekerja ini lupa mematikan katup gas, dan ketika pekerja meninggalkan lokasi, terjadilah ledakan," jelasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper