28 Provinsi Berstatus UHC, 13,3 Juta Orang Belum jadi Peserta BPJS Kesehatan

Saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan secara nasional sudah di angka 264,4 juta atau sebesar 95,20 persen dari total 277,7 juta penduduk Indonesia.
Karyawan melayani peserta di salah satu kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, Selasa (22/2/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melayani peserta di salah satu kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, Selasa (22/2/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, PEKANBARU-- BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 28 Provinsi dan 360 kabupaten kota di Tanah Air, saat ini sudah menyandang status Universal Health Coverage (UHC) dan yang terbaru telah diraih oleh Pemda Provinsi Riau.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan upaya perwujudan UHC di seluruh Indonesia merupakan amanat dari UU 24/2011 tentang BPJS yang mengacu kepada UUD 1945 pasal 34 ayat 2.

"Dari UUD 1945 menegaskan bahwa Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Dari amanat inilah pemerintah menargetkan UHC di akhir 2024 yaitu sebesar 98% cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan," ujarnya Senin (16/10/2023).

Dia mengatakan saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan secara nasional sudah di angka 264,4 juta atau sebesar 95,20 persen dari total 277,7 juta penduduk Indonesia. Sementara, yang belum menjadi peserta angkanya sekitar 13,3 juta penduduk.

Sementara itu Provinsi Riau telah berhasil mencapai status Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan pada 1 Oktober 2023, di mana lebih cepat dari target yang ditetapkan yaitu pada 31 Desember 2023. Sejumlah strategi sudah dijalankan oleh pemda serta stakeholder terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin mengakui hasil yang dicapai pada hari ini merupakan buah dari hasil kerja keras yang dilakukan semua pihak.

"Upaya-upaya mencapai UHC itu sudah kami lakukan lewat berbagai cara mulai dari pembentukan tim percepatan UHC provinsi hingga di setiap kabupaten dan kota, serta dukungan dari sektor terkait, termasuk perencanaan anggaran dan upaya verifikasi data ke Kementerian Sosial," ungkapnya.

Menurutnya saat ini pencapaian UHC Provinsi Riau pada 1 Oktober 2023 sudah sebesar 95,27%. Sehingga dengan status tersebut, memungkinkan 6,4 juta penduduk Riau untuk mendapatkan akses kesehatan hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). 

Pihaknya menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Riau, sehingga kesejahteraan masyarakat akan menjadi lebih baik.

Dengan mencapai persentase yang signifikan dalam cakupan UHC, Diskes Riau berharap agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan tanpa adanya hambatan finansial. 

Gubernur Riau Syamsuar menegaskan komitmen yang kuat dari provinsi dan kabupaten kota serta rencana untuk mendorong dua daerah lainnya agar segera mengikuti jejak mereka. Meski demikian, Syamsuar menekankan komitmen terhadap pelayanan kesehatan tidak akan mengurangi fokus pada pembangunan daerah.

Dia membagikan pengalaman tentang upaya Pemda Siak dalam mendukung pelayanan berobat gratis, termasuk kerja sama dengan berbagai rumah sakit di Riau. 

Syamsuar juga menyampaikan adanya penambahan rumah sakit baru, seperti RS Awal Bros di Dumai, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah. Dia juga berbagi pengalaman saat Presiden Jokowi mengunjungi RSUD awal Januari 2023 lalu, dan secara tiba-tiba, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap akses kesehatan yang mudah bagi masyarakat.

Dengan pencapaian ini, Syamsuar berharap bahwa tidak akan ada lagi warga yang kesulitan dalam berobat, dan dua kabupaten lainnya dapat segera mencapai UHC pada tahun 2024. Upaya bersama Pemda dan kerjasama dengan berbagai pihak diharapkan dapat terus mendukung peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Riau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper