Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Solusi Sampah, Pembangunan PLTSa di Palembang Akan Mulai Tahun Depan

Kepala DLHK Palembang Akhmad Mustain mengatakan setiap timbulan sampah yang ada di masyarakat memiliki rumus 0,7 dikali dengan jumlah penduduk yang ada.
Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan di area TPA Sukawinatan Palembang. Bisnis/Husnul
Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan di area TPA Sukawinatan Palembang. Bisnis/Husnul

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemerintah Kota Palembang masih terus mengupayakan kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai upaya memanfaatkan keberadaan tumpukan sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota (DLHK) Palembang Akhmad Mustain mengatakan setiap timbulan sampah yang ada di masyarakat memiliki rumus 0,7 dikali dengan jumlah penduduk yang ada. 

Menurutnya, dengan jumlah penduduk Palembang yang berkisar 1,7 juta jiwa maka potensi timbulan sampah yang muncul berkisar 1.300 ton per hari. 

"Makanya kita butuh PLTSa sebagai salah satu solusi mengurangi sampah secara signifikan.  Jadi ketika 1.000 ton sampah sudah diselesaikan melalui PLTSA tinggal 300 nya kita lakukan pemisahan dan kita alihkan untuk sesuatu lain yang bermanfaat seperti kompos," katanya, Senin (25/9/2023). 

Akhmad menjelaskan TPA di Palembang sebenarnya terdapat dua titik. Namun, satu-satunya TPA yang aktif digunakan yaitu TPA Sukawinatan yang memiliki luas mencapai 25 hektare. 

"Untuk yang sudah digunakan saat ini 18 hektare. Ya, sisanya kurang lebih tinggal 7 hektare lagi," sambungnya. 

Oleh karena itu, kata dia, kehadiran PLTSa ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk pengelolaan sampah di Palembang dan mengalihkan penggunaan lahan TPA Sukawinatan menjadi lahan produktif. 

Sementara terkait progres PLTSa, Akhmad menuturkan saat ini masih dalam proses penyelesaian jual beli listrik antara pihak pengembang dan pihak PLN. 

"Mudah-mudahan Oktober sudah selesai penandatangannya, dan setelah perjanjian kedua belah pihak selesai pihak pengembang membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan untuk financial closing," jelasnya. 

Dengan begitu, proses pembangunan kemungkinan akan dimulai pada tahun depan dan memakan waktu sekitar 2 tahun untuk selesai. 

Sementara menunggu itu, imbuh Akhmad, pihaknya akan terus memasifkan di masyarakat agar dapat memanfaatkan sampah yang ada untuk kegiatan pengomposan. 

"Kita harapkan masyarakat hidup minim dengan sampah, misalnya menggunakan botol minum atau tumbler dan sebagainya," tutupnya. (K64)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper