Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KUR Bank Nagari Tumbuh Signifikan hingga Mei 2023

Penyaluran kredit PT Bank Nagari hingga Mei 2023 mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Kantor Pusat Bank Nagari di Kota Padang, Sumatra Barat. Bisnis/Muhammad Noli Hendra
Kantor Pusat Bank Nagari di Kota Padang, Sumatra Barat. Bisnis/Muhammad Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Penyaluran kredit PT Bank Nagari hingga Mei 2023 mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Gusti Candra mengatakan melihat sejak tahun 2016 sampai dengan bulan Mei 2023 ini Bank Nagari telah merealisasikan kredit usaha rakyat (KUR) sebanyak Rp7,38 triliun kepada 55.924 debitur dengan NPL relatif kecil yaitu sebesar 1,67 persen.

"Untuk tahun 2023 saja, sampai dengan bulan Mei 2023 Bank Nagari telah menyalurkan KUR sebanyak Rp833,19 miliar kepada 5.347 debitur dengan NPL terjaga diangka nol persen," katanya kepada Bisnis di Padang, Senin (19/6/2023).

Dia menjelaskan untuk posisi realisasi KUR hingga Mei 2023 itu, untuk super mikro Rp5,1 miliar yang terdiri dari KUR konvesional Rp3,8 miliar dan KUR syariah Rp1,2 miliar.

Serta untuk mikro mencapai Rp101,7 miliar yang terdiri dari KUR untuk konvensional Rp82,7 miliar dan KUR syariah Rp18,9 miliar. Selanjutnya realisasi untuk KUR skema kecil totalnya mencapai Rp726,3 miliar.

"Jadi untuk KUR skema kecil memang lebih besar realisasinya, bila dibandingkan skema super mikro dan mikro," ujarnya.

Candra menjelaskan untuk penyaluran KUR sektor produksi untuk hingga Mei 2023 sebesar Rp385,95 miliar atau sebesar 46,32 persen.

Untuk itu, Bank Nagari menyatakan bahwa penyaluran KUR Bank Nagari sangat baik, dimana Bank Nagari mulai menyalurkan KUR pada pertengahan bulan Februari 2023, sampai dengan posisi bulan Mei 2023, Bank Nagari dengan waktu 3,5 bulan telah menyalurkan sebanyak Rp833,19 miliar atau sebesar 33,33 persen dari alokasi/pagu yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp2,5 triliun.

Melihat potensi yang bagus, kedepan Bank Nagari akan melakukan berbagai strategi untuk mengenjot penyalurkan KUR, diantaranya Bank Nagari memiliki petugas khusus kredit/pembiayaan mikro dan kecil yang bertugas mengelola pembiayaan dengan plafond maksimal Rp500 juta. 

"Petugas khusus ini difasilitasi dengan sepeda motor sehingga dapat menjangkau lebih luas dan lebih lincah para para pelaku UMKM ke sentra-sentra aktivitasnya," jelas dia.

Menurutnya untuk penempatan petugas khusus ini dioptimalkan sesuai dengan daerah asal untuk memudahkan memahami kondisi karakteristik daerah dan kearifan lokal dalam mengakses dan mengelola pasar UMKM.

Selanjutnya Bank Nagari akan terus mengupdate teknologi meningkatkan fleksibilitasnya yaitu melalui aplikasi otomatisasi Lending Information Support System (LISS) berbasis web yang membantu proses analisis dan pengambilan keputusan lebih cepat, efisien dan akurat dan dapat dilakukan dimana saja.

"Permohonan pengajuan KUR oleh debitur yang dapat dilakukan secara online melalui website bank dan menu pada e-Banking," ucap Candra.

Dikatakannya untuk percepatan ekspansi KUR bank aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku UMKM, baik sosialisasi bersama stakeholder, diantaranya OJK, penjamin (Askrindo, Jamkrindo, Jamkrida Sumbar), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Dinas-Dinas di lingkungan pemerintah Provinsi Sumatra Barat maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota.

"Untuk percepatan penyaluran KUR kepada debitur baru, klaster usaha dan sektor produksi, Bank Nagari melakukan beberapa program yang dapat menunjang kinerja kedepannya," papar Candra.

Program yang dimaksud yakni sinergi dan kolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Sinergi dan kolaborasi dengan BUMNAG/BUMDES. Serta kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia dalam Program Agro Solution Untuk Indonesia dalam memberdayakan petani binaan melalui penguatan akses permodalan bagi petani dengan pola klasterisasi.

Tidak sampai di sana, Bank Nagari juga ikut dalam Program Petani Milenial Kementerian Pertanian guna mempercepat resonansi dan penguatan petani milenial, serta mendorong regenerasi petani milenial yang adaptif terhadap teknologi, mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian yang terstandarisasi, modern, dan marketable. 

Selanjutnya sinergi dan kolaborasi meningkatkan peran masjid sebagai salah satu pusat Ekonomi Umat. Serta melakukan pengembangan Kawasan Inklusi Keuangan Terpadu berkonsep syariah melalui program Nagari Elok Sejahtera Syariah (NES Syariah) di beberapa wilayah di Sumbar.

"Program-program inilah yang nantinya akan dapat menggenjot penyaluran KUR Bank Nagari," tutup dia. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper