BPS Catat Angka Kelahiran dan Kematian Bayi di Sumbar Menurun

Hanya sekitar 2-3 anak yang dilahirkan perempuan selama masa reproduksinya.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, PADANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) di Provinsi Sumatra Barat mengalami penurunan jika dilihat dari Sensus Penduduk 1971 sampai Long Form SP2020.

Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati menjelaskan angka kelahiran atau TFR di Sumbar menurun dalam lima dekade terakhir. Dimana Sensus Penduduk 1971 mencatat angka TFR sebesar 6,18 yang berarti seorang perempuan melahirkan sekitar 6-7 anak selama masa reproduksinya.

Sementara Long Form SP2020 mencatat TFR sebesar 2,46 yang berarti hanya sekitar 2 -3 anak yang dilahirkan perempuan selama masa reproduksinya.

"Dengan demikian, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hasil LF SP2020 dalam sepuluh tahun terakhir TFR Sumbar menurun secara signifikan," katanya dalam data BPS, Selasa (31/1/2023).

Herum mengatakan bila dilihat dari angka kelahiran menurut kelompok umur tertentu (age specific fertility rate/ASFR) untuk periode tiga tahun terakhir sebelum LF SP2020 menunjukkan banyaknya kelahiran pada perempuan kelompok umur tertentu per 1.000 perempuan pada kelompok umur tersebut.

"Artinya kelompok usia muda anak yang dilahirkan rendah, semakin bertambah umur semakin banyak, dan puncaknya pada perempuan umur 25-29 tahun, kemudian setelah kelompok umur tersebut anak yang dilahirkan mengalami penurunan," jelasnya.

Dikatakannya untuk puncak ASFR terletak pada wanita umur 25-29 tahun. Dimana terdapat 163-164 kelahiran dari 1.000 perempuan umur 25-29 tahun.

Angka kelahiran sebesar 14-15 kelahiran di antara 1.000 perempuan umur 15-19 tahun. Hal tersebut menunjukan terjadi peningkatan yang tajam yakni menjadi 85-86 kelahiran per 1.000 perempuan umur 20-24, lalu mencapai puncaknya pada kelompok umur 25-29 tahun.

Pada kelompok umur selanjutnya, kata Herum, angka kelahiran menurun hingga sebesar 2-3 kelahiran per 1.000 perempuan umur 45-49 tahun.

Dari angka kelahiran itu, BPS Sumbar memaparkan ada hal yang perlu diperhatikan juga soal angka kematian penduduk usia dini,

Herum menyampaikan dalam rentang 50 tahun (periode 1971-2022), penurunan angka kematian bayi (AKB) di Sumbar hampir 50 Persen.

"Selama periode satu dekade, AKB atau Infant Mortality Rate (IMR) menurun signifikan dari 30 per 1.000 kelahiran hidup pada Sensus Penduduk 2010 menjadi 16,35 per 1000 kelahiran hidup pada LF SP2020," sebutnya.

Dikatakannya peningkatan persentase bayi yang mendapat imunisasi lengkap serta peningkatan rata-rata lama pemberian air susu ibu (ASI) membuat bayi semakin mampu bertahan hidup.

Angka kematian bayi di Sumbar paling tinggi sebesar 26,18 per 1.000 kelahiran hidup pada LF SP2020 berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, sedangkan paling rendah berada di Kota Bukittinggi 12,06 per 1.000 kelahiran hidup pada LF SP2020.

Selain itu untuk angka kematian anak, BPS mencatat ada sebesar 2,84, artinya terdapat sekitar 3 kematian anak umur 1-4 tahun selama satu tahun di antara 1000 kelahiran hidup.

Under 5 Mortality Rate (Angka Kematian Balita) sebesar 19,19 artinya setiap 1.000 balita Sumbar, 19-20 di antaranya tidak berhasil mencapai umur tepat lima tahun.

Begitupun soal angka kematian ibu, perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya.

Herum hal tersebut bukan disebabkan persoalan lain seperti kecelakaan, terjatuh, dan lain-lain. "Hasil LF SP2020 menunjukkan angka kematian ibu di Sumbar sebesar 178," ungkapnya. Artinya terdapat 178 kematian perempuan pada saat hamil, saat melahirkan atau masa nifas per 100.000 kelahiran hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper