Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dorong Ekonomi 2023, Pengusaha Riau Minta Pemda Lakukan Hal Ini

Melihat pertumbuhan ekonomi Riau 2022, prediksi pertumbuhan ekonomi Riau tahun depan yang disampaikan Bank Indonesia dapat tercapai.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  20:52 WIB
Dorong Ekonomi 2023, Pengusaha Riau Minta Pemda Lakukan Hal Ini
Petani membawa kelapa sawit hasil panen harian di kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis - Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Riau tahun depan tetap berjalan positif, pengusaha meminta pemerintah daerah melakukan sejumlah upaya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau Wijatmoko Rah Trisno mengatakan dengan melihat pertumbuhan ekonomi Riau 2022, pihaknya meyakini prediksi pertumbuhan ekonomi Riau tahun depan yang disampaikan Bank Indonesia dapat tercapai.

"Untuk prediksi ekonomi Riau tahun depan kami yakin bisa tercapai dengan 2 syarat. Pertama, semua anggaran program pembangunan Riau harus bisa diserap di atas 90 persen," ujarnya, Selasa (6/12/2022).

Menurutnya untuk mencapai penyerapan anggaran 90 persen itu, semua program pembangunan yang direncanakan harus memiliki aspek hukum atau legal yang kuat untuk dieksekusi oleh dinas atau badan terkait. Hal ini menyusul masih adanya program pembangunan yang batal berjalan karena alasan hukum dan legal.

Kedua, pencapaian investasi yang masuk ke Provinsi Riau, minimal harus sama dengan pencapaian tahun ini. Sampai akhir triwulan III/2022, realisasi investasi daerah itu sudah di angka Rp71,89 triliun, atau lebih tinggi dari target investasi sepanjang tahun yang di angka Rp60,46 triliun.

Sementara itu Direktur Eksekutif Kadin Riau, Kholis Romli menyebut pihaknya mengapresiasi Bank Indonesia yang memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Riau pada kisaran 4 sampai 5 persen.

Menurutnya walaupun proyeksi dari BI tersebut tergambar rasa optimistis, namun perlu adanya kewaspadaan pemda serta pihak terkait karena dua alasan. Pertama, kinerja ekspor Riau yang tumbuh 30 persen, mungkin tidak bisa menjadi base line yang akan terus-menerus terjadi kedepannya.

Kedua, Kadin Riau melihat pemerintah dan dunia usaha masih harus hati-hati, dalam melihat konsumsi masyarakat yang kemungkinan akan juga mengalami dampak pelemahan akibat kenaikan harga-harga kebutuhan pokok.

"Hal diatas yang perlu untuk dilihat dan dipertimbangkan untuk forecast pada 2023. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Riau 4 - 5 persen, konsumsi rumah tangga akan tetap bertahan di atas 4 persen. Hal itu berarti sebuah asumsi yang cukup optimistis," ujarnya.

Sebelumnya Bank Indonesia Provinsi Riau memerkirakan pertumbuhan perekonomian daerah itu pada tahun depan akan berada di rentang 4 - 5 persen.

Deputi Kepala BI Riau Maria Cahyaningtyas menjelaskan angka proyeksi tersebut dinilai akan tumbuh positif, seiring dengan perbaikan ekonomi nasional setelah pandemi. Proyeksi ini juga lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi Riau beberapa tahun terakhir.

"Untuk 2023 proyek ekonomi Riau berada di angka 4 persen sampai 5 persen. Angka ini memang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun-tahun sebelumnya. Namun untuk realisasi saat ini sampai September 2022 atau triwulan ketiga, ekonomi Riau tumbuh 4,63 persen dan memang lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu di angka 3,36 persen," ujarnya.

Dia merincikan keyakinan bank sentral tersebut berdasarkan laporan kinerja perekonomian secara keseluruhan, dimana PDRB Riau saat ini merupakan yang terbesar pertama secara nasional di luar Pulau Jawa, dimana Riau berkontribusi sebesar 5 persen terhadap PDB Indonesia.

Kemudian daya beli masyarakat mampu dijaga dengan baik dimana berhasil tumbuh sebesar 4,5 persen, serta yang paling besar pengaruhnya adalah pertumbuhan ekspor dengan kenaikan lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari kinerja tersebut, minat investasi di Bumi Lancang Kuning juga tercatat mengalami peningkatan. Hingga triwulan ketiga tahun ini realisasinya sudah di angka Rp71 triliun lebih, atau lebih tinggi dari target sepanjang tahun yang senilai Rp60 triliun lebih.

"Dampaknya dengan investasi yang masuk ke Riau itu sudah membuka sekitar 12.000 lapangan kerja dan Riau merupakan daerah dengan investasi terbesar kelima secara nasional."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top