Pipa Lepas Pantai Buatan Batam Dukung RDMP Pertamina di Lawe-Lawe Balikpapan

Pipa lepas pantai 52 inch buatan DSAW diproduksi sebanyak 1.200 batang dengan panjang 14 kilometer dengan nilai proyek setara Rp234 miliar.
BP Batam melakukan pelepasan proyek pipa lepas pantai atau offshore line pipe berdiameter 52 inch di Kawasan Industri Terpadu Kabil. /Istimewa
BP Batam melakukan pelepasan proyek pipa lepas pantai atau offshore line pipe berdiameter 52 inch di Kawasan Industri Terpadu Kabil. /Istimewa

Bisnis.com, BATAM--Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) bersama dengan PT Dwi Sumber Arca Waja (DSAW) melakukan pelepasan pipa lepas pantai atau offshore line pipe berdiameter 52 inch di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Kamis (24/11/2022).

Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan pipa lepas pantai 52 inch buatan DSAW diproduksi sebanyak 1.200 batang dengan panjang 14 kilometer dengan nilai proyek mencapai US$15 juta atau setara Rp234 miliar.

Pipa 52 inch tersebut dikirim untuk mendukung proyek Rifenery Development Master Plan (RDMP) di Lawe-Lawe, Balikpapan, Kalimantan Timur milik PT KPI. Proyek RDMP merupakan bagian dari upaya besar pemerintah untuk mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional.

Menurutnya pipa lepas pantai 52 inci hasil produksi DSAW tersebut merupakan pipa terbesar yang pernah dihasilkan pabrikan dalam negeri.

"Proyek ini akan menjadi yang pertama dan kebanggaan bagi Batam, karena turut mendukung PSN rancangan presiden Joko Widodo," kata Rudi.

Chairman Citramas Group Kris Wiluan menyampaikan pihaknya menghadapi banyak tantangan dalam pembuatan pipa permintaan PT KPI tersebut.

“Proyek ini memiliki tantangan cukup berat karena memiliki tingkat inspeksi dan prosedur quality yang sangat tinggi, mengalahkan standar produksi untuk pipa yang telah kami ekspor,” kata Kris.

Salah satu tantangannya adalah pembuatan pipa harus menyesuaikan arahan Presiden RI terkait program Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (UP3DN). Maka pihaknya menggunakan plat baja dari PT Karakatau Posco.

Kemudian diproses menjadi pipa dengan menggunakan tenaga kerja lokal yang ahli dibidangnya oleh PT DSAW. Sedangkan untuk pelapisan permukaan pipa juga dilakukan di Batam oleh PT Bredero Shaw Indonesia sehingga pihaknya berhasil mencapai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 45 persen.

“Akhirnya pipa 52 inch bisa kami produksi dengan menekankan produksi dalam negeri, agar mendukung proyek strategis nasional,” kata Kris.

Kris juga mengapresiasi BP Batam yang terus mendukung prasarana dan infrastruktur di kawasan industri Kabil.

Vice President Project Delivery Excellence PT Kilang Pertamina Internasional Agung Eka Purnawan mengatakan pipa 52 inch ini akan dikirimkan ke Surabaya untuk kemudian dilapisi dengan semen. Setelah itu dikirim ke Lawe-lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Di Lawe-lawe, telah ada dua tangki yang masing-masing memiliki kapasitas 1 juta barel, pipa 52 inch kemudian akan mentransfer minyak dari kapal tanker ke tangki tersebut,” ujar Agung.

Agung menyampaikan proyek RDMP yang merupakan proyek strategis nasional bertujuan menambah kapasitas kilang. Agar dapat mengurangi impor bahan baku.

Dengan proyek RDMP tersebut, produksi minyak bisa ditingkatkan yang sebelumnya kilang di Balikpapan memproduksi 260.000 barel per hari menjadi 360.000 per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper