Minamas Plantation Jalankan Program Sekolah Peduli Api

Minamas Plantation mewujudkan komitmen Riau Bebas Asap melalui program Sekolah Peduli Api di Kabupaten Indragiri Hilir.
Regional CEO Minamas Plantation Mohamad Amri Baharuddin (kedua kiri) didampingi Head Corcom Minamas Plantation Ingrid Clarissa Wisnu (kiri) berdiskusi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Indragiri Hilir Yuserdi (kedua kanan) dan Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir Rizal Pahlawi di sela acara Deklarasi Sekolah Peduli Api di SD Swasta PT Bhumireksa Nusasejati Teluk Bakau Estate, Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.
Regional CEO Minamas Plantation Mohamad Amri Baharuddin (kedua kiri) didampingi Head Corcom Minamas Plantation Ingrid Clarissa Wisnu (kiri) berdiskusi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Indragiri Hilir Yuserdi (kedua kanan) dan Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir Rizal Pahlawi di sela acara Deklarasi Sekolah Peduli Api di SD Swasta PT Bhumireksa Nusasejati Teluk Bakau Estate, Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

Bisnis.com, INDRAGIRI HILIR - Minamas Plantation mewujudkan komitmen Riau Bebas Asap melalui program Sekolah Peduli Api di Kabupaten Indragiri Hilir.

Sekolah Peduli Api merupakan program Minamas Plantation bersama LSM Indonesia Heritage Foundation (IHF) yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak usia dini.

Program Sekolah Peduli Api bermula dari Minamas dari program Guru Peduli Api pada 2015. Hingga 2021, tercatat sebanyak 750 guru di 70 sekolah tingkat TK, SD, SMP dan SMA yang telah mendapatkan pelatihan tentang pentingnya menjaga lingkungan terutama pencegahan dampak Karhutla. Setelah itu, pada tahun 2022 program Sekolah Peduli Api dimulai dari 5 sekolah di sekitar wilayah operasional PT Bhumireksa Nusa Sejati (BNS) anak perusahaan Minamas Plantation di Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir.

Regional CEO Minamas Plantation Mohd. Amri Baharuddin mengatakan dipilihnya 5 sekolah di sekitar wilayah operasi BNS tersebut, selain karena wilayah gambut, wilayah tersebut juga cukup jauh dari jangkauan.

"Jika anak-anak sekolah di Kecamatan Pelangiran saja peduli akan bahaya Karhutla, seharusnya kita semua juga harus peduli," kata Amri pada acara Deklarasi Sekolah Peduli Api di SD Swasta 021 Teluk Bakau Estate Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (23/11).

Amri menargetkan tahun 2024, program Sekolah Peduli Api dapat diimplementasikan pada 59 sekolah di sekitar wilayah operasi perusahaan.

"Saya juga berharap, nantinya program Sekolah Peduli Api bisa diterapkan terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir sehingga komitmen bersama Riau Bebas Asap bisa tetap terjaga," kata Amri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Indragiri Hilir, Yuserdi yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi upaya yang dijalankan Minamas Plantation.

Yuserdi berharap kedepan anak-anak ini akan memiliki pengetahuan dan wawasan terhadap pencegahan Karhutla sehingga limbah sampah dari pohon-pohon di sekitarnya tidak lagi dibakar.

"Karena kalau musim panam, tanah gambut sangat mudah terbakar oleh percikan api," kata Yuserdi.

Dukungan juga disampaikan Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, Yuspik, yang mengatakan program Sekolah Peduli Api adalah sebuah terobosan dalam kampanye pencegahan terhadap Karhutla. Menurutnya, pehaman bahaya Karhutla sejak usia dini, akan menjadikan generasi dengan pemahaman lingkungan yang komprehensif.

"Saya bangga dengan terobosan perusahaan, selama ini penyuluhan BPBD fokus terhadap orang dewasa, tahun depan kami akan menjalankan program penyuluhan ke anak didik tingkat SMP dan SMA," kata Yuspik.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, Yusril, mengapresiasi program Sekolah Peduli Api karena sejalan dengan (Profil Pelajar Pancasila) dari Kemendikbud, salah satunya cinta lingkungan.

"Ternyata SD Swasta Teluk Bakau Estate sudah melaksanakan. Karena ini sebagai salah satu karakter peserta didik menjadi lebih baik terutama cinta lingkungan hidup," kata Yusril.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Media Digital
Editor : Media Digital
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

# Hot Topic

Rekomendasi Kami

Foto

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper