Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Riau Siap Kembangkan Industri Halal Seperti di Sidoarjo, Jatim

Syamsuar ingin setelah kunjungan ini ada langkah konkret yang bisa diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 24 Oktober 2022  |  21:55 WIB
Riau Siap Kembangkan Industri Halal Seperti di Sidoarjo, Jatim
Gubernur Riau Syamsuar (tengah) saat meninjau kawasan industri halal di Sidoarjo Jawa Timur. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar sudah sejak lama ingin melihat langsung kawasan industri halal di Sidoarjo, Jawa Timur. Bukan tanpa alasan, kawasan industri halal seluas 148 hektare dari total lahan seluas 410 hektare itu adalah yang pertama di Indonesia.

Kawasan industri halal yang dikembangkan PT Makmur Berkah Amanda (MBA) Tbk ini, juga sejak awal mendapat dukungan dari pemerintah, terutama Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Keinginan itu pun akhirnya terbayar lunas, ketika Syamsuar dan rombongan berkesempatan melihat langsung kawasan industri halal, yang juga populer dengan sebutan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) itu beberapa waktu lalu.

Syamsuar dan rombongan disambut langsung Dirut PT MBA, Adi S Tedja Surya dan Komut PT MBA, Johan serta jajaran direksi.

Tidak saja melihat produk-produk berstandar ekspor dari sejumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang sudah mendapat akses ke dalam kawasan industri halal, dia juga mendapatkan informasi bagaimana caranya agar UMKM bisa dibina dan dikembangkan, sehingga menghasilkan produk bertaraf internasional.

"Kawasan industri halal seperti ini, yang bisa memberikan kesempatan berkembang kepada pelaku UMKM, insya Allah juga bisa kita buat di Riau," ungkap Syamsuar dalam siaran persnya Senin (24/10/2022).

Konsep HIPS yang dikembangkan PT MBA ini nampaknya memang sangat layak dicontoh. Para pelaku UMKM tidak saja diberikan akses masuk dalam kawasan industri halal, tapi produk yang dihasilkan juga disiapkan sedemikian rupa, mulai dari packaging-nya sampai sertifikat halalnya.

Dengan begitu, produk yang dihasilkan, seperti tepung tapioka, kerupuk dan lain-lain mendapat sambutan dunia internasional. Bahkan produk UMKM dari HIPS ini telah pula menembus pasar global, mulai dari Asia hingga Eropa. 

"Saya yakin kita di Riau juga bisa membangun kawasan industri halal seperti di Sidoarjo ini, karena di Riau juga tersedia bahan baku untuk itu. Seperti madu lebah, pinang, kelapa, sagu, sarang walet dan lainnya. Banyak sekali," ucap Syamsuar, optimis.

Dia makin optimis, karena ternyata HIPS juga mendapat support dari banyak pihak, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bank Indonesia (BI) dan lainnya.

Bahkan di HIPS, MUI mewakafkan tempat untuk laboratorium halal serta sertifikasi halal. 

Sementara BI membantu berbagai peralatan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM, seperti alat untuk packaging yang harga satuannya mencapai miliaran rupiah.

Itu sebabnya, Syamsuar ingin setelah kunjungan ini ada langkah konkret yang bisa diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Misalnya, segera menyiapkan lahan untuk kawasan industri halal, yang sebaiknya masih dalam kawasan Pekanbaru, seperti di daerah Tenayan.

Dia menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru pernah menyiapkan lahan seluas lebih-kurang 50 hektare, yang bisa dijadikan kawasan industri halal.

"Kenapa sebaiknya di Pekanbaru, karena aksesibiltasnya ada, selain infrastruktur yang sudah memadai, seperti ketersediaan listrik, air dan lainnya," sebutnya.

Syamsuar juga menyebut perlunya pendataan pelaku UMKM, yang bisa digandeng. Terutama yang sudah mempunyai produk ekspor.

"Di HIPS ini sudah ada lebih-kurang 39 pelaku UMKM yang jadi mitra. Di Riau kita juga optimis akan banyak pelaku-pelaku UMKM yang bisa kita gandeng," sebutnya.

Karena itu juga, dia menyatakan bahwa pihaknya selaku pemerintah mestilah memikirkan kira-kira insentif apa yang bisa diberikan agar kawasan industri halal seperti di Sidoarjo ini bisa juga berdiri di Bumi Melayu Lancang Kuning.

"Nanti kita juga minta kepada Pemkot atau Pemkab, agar sama-sama kita membantu. Jangan apa-apa sudah minta pajak yang berlebihan. Mari kita bantu dulu, kita kembangkan dulu sesuai aturan," harapnya.

Di sisi lain, dia juga berharap dukungan dari Bank Riau Kepri (BRK) Syariah. Karena bagaimanapun, untuk pengembangan kawasan industri halal yang bermitra dengan pelaku UMKM, tidak mungkin akan sukses tanpa dukungan dari BRK Syariah.

Saat melakukan kunjungan, Syamsuar antara lain didampingi Kadis Perindag, Koperasi dan UKM Provinsi Riau Taufiq OH, Komut BRK Syariah Syahrial Abdi, Direktur Pembiayaan BRK Syariah Tengku Irawan, Kadis Kominfotik Provinsi Riau Erisman Yahya serta perwakilan dari Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syari'ah (KDEKS).

Rencananya, pihak PT MBA selaku pengembang HIPS juga akan berkunjung ke Riau, untuk melihat kesiapan Riau dalam menyiapkan kawasan industri halal.

Tidaklah mustahil, suatu saat Indonesia sebagai negeri yang penduduknya mayoritas beragama Islam memiliki produk halal terbesar di dunia, yang bisa diekspor ke berbagai negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan industri halal riau
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top