Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Sebut Indikator Pencegahan Korupsi di OKI Sudah Sesuai Jalur

Komisi Pencegahan Korupsi atau KPK menyebut indikator pencegahan korupsi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, sudah di jalur yang benar.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 28 Juli 2022  |  17:40 WIB
KPK Sebut Indikator Pencegahan Korupsi di OKI Sudah Sesuai Jalur
Monitoring dan evaluasi program pencegahan korupsi terintegrasi tahun 2021 dan 2022 di Kantor Bupati OKI. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG - Komisi Pencegahan Korupsi atau KPK menyebut indikator pencegahan korupsi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, sudah di jalur yang benar.

Hal ini tercermin dari capain MCP (Monitoring Center for Prevention) tahun 2021 sebesar 78,40 persen dan Survei Penilaian Integritas (SPI) 2021 sebesar 75.

“Sudah on the track agar terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” ujar Direktur Koordinasi dan Supervisi II KPK Yudhiawan Wibisono saat melakukan monitoring dan evaluasi program pencegahan korupsi terintegrasi tahun 2021 dan 2022 di Kantor Bupati OKI, Kamis (28/7/2022).

Wibisono menyebut KPK saat ini lebih mengutamakan pencegahan ketimbang penindakan. Menurut dia, langkah itu diambil lantaran perilaku koruptif tidak akan selesai atau berhenti dengan penindakan.

"KPK bukan dalam kerangka untuk memberantas dan menangkap saja. Penangkapan itu adalah cara terakhir. KPK harapkan saat ini adalah membangun bagaimana sistem pelayanan publik, keuangan, maupun politik itu secara ketat membatasi agar tidak terjadi tindak pidana korupsi," kata Wibisono.

Dia menjelaskan MCP merupakan tolak ukur bagi KPK dalam upaya mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dengan tujuan mendorong perbaikan sistem dan regulasi serta yang terpenting adalah implementasi sistem pengelolaan yang lebih transparan.

“MCP mencakup 8 area intervensi yang rawan terjadi korupsi, seperti perizinan, pengadaan barang dan jasa, perencanaan dan penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pengawasan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), manajemen aset daerah, optimalisasi pajak daerah, dan tata kelola keuangan desa,” papar dia.

Lebih lanjut, PIC Satgas Pencegahan KPK Wilayah Sumsel, Alvi Rahman Waluyo, mengatakan capaian MCP Kabupaten OKI di tahun 2021 sebesar 78,40 persen berada di peringkat 4 se-Provinsi Sumsel dan jauh di atas rata-rata provinsi sebesar 63 persen dan nasional 71 persen.

“Angka yang sudah baik namun yang penting juga implementasi pencegahan korupsi dilapangan,” katanya.

Alvi menjelaskan KPK juga melakukan Survei Penilaian Integritas (SPI). Survei ini untuk memetakan risiko korupsi dan kemajuan upaya pencegahan korupsi yang dilakukan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah (KLPD).

“Hasil SPI Kabupaten OKI tahun lalu di angka 75 berbanding 76. Artinya ada gap yang rendah capaian indek MCP Kabupaten OKI dengan hasil SPI. Ini baik karena ada daerah yang tinggi MCP-nya namun hasil SPI rendah atau gapnya terlalu jauh karena SPI tidak hanya melibatkan unsur internal juga eksternal,” terang dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ogan komering ilir
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top