Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengintip Keistimewaan Minyak Makan Merah yang Menarik Perhatian Jokowi

Edwin menjelaskan, minyak makan merah mengandung Vitamin A dan Vitamin E yang jauh lebih tinggi ketimbang minyak goreng biasa.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  18:33 WIB
Mengintip Keistimewaan Minyak Makan Merah yang Menarik Perhatian Jokowi
Presiden RI Joko Widodo saat meninjau proses produksi minyak makan merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (7/7/2022). - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memantau proses produksi minyak makan merah berbahan baku Crude Palm Oil (CPO) di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (7/7/2022).

Pada kesempatan ini, Kepala PPKS Muhammad Edwin Lubis menjelaskan berbagai keistimewaan yang dimiliki produk minyak makan merah.

Menurut Edwin, minyak makan merah merupakan produk inovasi yang berpotensi jadi bahan pangan fungsional untuk membantu pencegahan stunting. Sebab, kandungan gizi pada minyak goreng mentah ini begitu tinggi.

Edwin menjelaskan, minyak makan merah mengandung Vitamin A dan Vitamin E yang jauh lebih tinggi ketimbang minyak goreng biasa.

Kendati begitu, proses produksinya hanya memerlukan teknologi sederhana. Hal ini demi mempertahankan kandungan nutrisi.

"Minyak makan merah ini tidak hanya berfungsi untuk menggoreng, tapi bisa juga untuk suplemen dan membantu masyarakat kita dari stunting. Karena nilai gizi dari minyak makan merah ini sangat besar dibanding dengan minyak goreng yang beredar di pasaran," kata Edwin.

Menurit Edwin, minyak makan merah dapat diproduksi dan dikembangkan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab biaya produksinya terbilang lebih murah ketimbang minyak goreng konvensional.

"Ini diharapkan dibangun di sentra atau di daerah-daerah perdesaan sehingga pasti akan lebih murah karena biaya logistiknya bisa dikatakan tidak ada," ujar Edwin.

Kepala Dinas Perkebunan Pemprov Sumatra Utara Lis Handayani Siregar mengatakan, petani kelapa sawit kini bisa mulai memanfaatkan hasil pertanian mereka untuk diproduksi menjadi minyak makan merah.

"Tetapi tentunya petani kita tidak bisa bergerak sendiri tanpa ada fasilitasi," kata Lis.

Pada kesempatan ini, Direktur Utama PTPN III Holding Abdul Ghani juga membeberkan berbagai keunggulan produk minyak makan merah.

Menurutnya, produk tersebut tidak hanya bermanfaat untuk menambah asupan gizi. Namun juga memberi peluang kepada para petani kelapa sawit.

"Ini menguntungkan petani, seperti sekarang harga sawit jatuh. Jadi sebagian bisa diolah sendiri menjadi minyak goreng," kata dia.

Inovasi pengolahan CPO menjadi minyak makan merah ini sejak jauh hari sudah menarik perhatian pemerintah.

Pada Kamis (9/6/2022) lalu, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki juga mengunjungi PPKS di Kota Medan untuk melihat perkembangannya.

Menurut Teten, produk ini layak untuk dikembangkan untuk menyejahterakan kalangan petani kelapa sawit.

"Kamerun dan Malaysia sudah duluan mengekspor ini, tetapi di sini soal kualitas sepertinya lebih unggul. Dan dengan harga yang lebih terjangkau, petani kita akan lebih sejahtera, petani tidak terlalu bergantung pada industri besar," ujar Teten kala itu.

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi juga terkesan dengan inovasi minyak makan merah di PPKS. Dia berharap implementasi produksi minyak makan merah segera terealisasi dan dapat membantu menangani persoalan minyak goreng yang terjadi belakangan ini.

"Melihat alatnya yang sederhana seperti itu, saya pun mau. Kita akan bahas, kita rencanakan. Jangan lama-lama, harus cepat ini apalagi saat ini minyak goreng mahal," kata Edy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak goreng Jokowi minyak
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top