Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Penanganan Wabah PMK di Sumut, 11.717 Ekor Hewan Ternak Terjangkit

Sejauh ini, jumlah hewan ternak di Sumatra Utara yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mencapai 11.717 ekor.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  15:35 WIB
Update Penanganan Wabah PMK di Sumut, 11.717 Ekor Hewan Ternak Terjangkit
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memasangkan eartag atau tanda pengenal pada telinga hewan ternak sapi yang telah disuntik vaksin untuk pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di kandang peternakan sapi di kawasan Babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/6/2022). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, MEDAN - Sejauh ini, jumlah hewan ternak di Sumatra Utara yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mencapai 11.717 ekor.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.594 ekor di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan yang mati berjumlah 17 ekor. Dengan demikian, terdapat 5.065 ekor hewan ternak lainnya yang masih dalam kondisi sakit.

Menurut Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, 11.717 ekor hewan ternak yang terjangkit PMK tersebut tersebar di 16 kabupaten dan kota.

Untuk menanganinya, Edy membentuk Satuan Tugas (Satgas) PMK Sumatra Utara. Satgas ini akan melibatkan unsur Polri dan TNI.

Edy mengatakan, seluruh pihak harus dilibatkan dalam penanganan wabah ini. Sebab, laju penyebaran PMK masih terjadi meski relatif terkendali.

"Saya mau ini cepat selesai. Mari kita bersama-sama cepat menangani ini, apalagi ini sudah dekat Iduladha," kata Edy pada Rapat Koordinasi Penanganan PMK di Kantor Gubernur Sumatra Utara, Kota Medan, Selasa (28/6/2022).

Satgas PMK Sumatra Utara akan diketuai oleh Sekretaris Daerah Pemprov Sumatra Utara. Susunannya bakal mengacu pada Satgas serupa yang telah dibentuk pemerintah pusat.

Pada rapat ini, Edy mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota di Sumatra Utara agar melakukan deteksi dini hewan ternak yang dicurigai terjangkit PMK.

Pemerintah daerah diimbau agar menerapkan isolasi terhadap hewan yang tertular.

Di sisi lain, Edy mengingatkan mereka supaya mempedomani Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2022 tentang penanganan wabah PMK serta kesiapan hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha.

Edy meminta otoritas yang berwenang menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) agar tidak mempersulit masyarakat. Jika dipersulit, maka Edy khawatir justru terjadi praktik penyelewengan.

Seperti memicu praktik jual-beli hewan ternak secara sembunyi-sembunyi sehingga membahayakan.

Edy juga meminta masyarakat agar tidak panik. Menurutnya, PMK hewan ternak bisa disembuhkan dan persentase jumlah hewan ternak yang mati akibat wabah tersebut relatif kecil.

"Rakyat jangan stres, hanya 0,5 persen ternak yang mati," kata Edy.

Sebelumnya, pemerintah pusat menyalurkan 1.600 dosis vaksin PMK tahap pertama untuk Sumatra Utara.

Menurut Kepala Seksi Obat Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumatra Utara Hendra Sutrisno, vaksin-vaksin itu akan disalurkan ke tujuh kabupaten dan kota.

Antara lain Kabupaten Langkat, Kabupaten Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Medan.

Vaksin tahap pertama ini akan diprioritaskan untuk hewan ternak sapi perah dan kerbau.

Menurut Hendra, hewan ternak yang divaksin mesti dalam kondisi sehat dan belum pernah terpapar PMK.

"Target kami saat ini untuk sapi perah dan kerbau dulu. Nanti setelah datang vaksin tahap kedua baru untuk hewan ternak lainnya," kata Hendra, Senin (27/6/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top