Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Semakin Berkurang, Kinerja Ekspor Karet Sumut Terus Merosot Tajam

Menurut Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara Edy Irwansyah, penurunan volume ekspor karet pada Mei 2022 terbilang siginifikan alias tajam.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 15 Juni 2022  |  17:15 WIB
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). - Antara/Wahdi Septiawan
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, MEDAN - Volume ekspor karet Sumatra Utara tercatat 26.051 ton pada Mei 2022. Jumlahnya anjlok 17,6 persen dibanding April 2022.

Kurun Januari - Mei 2022, volume ekspor karet Sumatra Utara tercatat 152.872 ton. Jumlah ini juga turun 3,07 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Menurut Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara Edy Irwansyah, penurunan volume ekspor karet pada Mei 2022 terbilang siginifikan alias tajam.

Kondisi serupa, menurut Edy, sebenarnya juga terjadi pada periode yang sama tahun lalu. Penyebab kala itu adalah faktor teknis seperti delay shipment akibat kelangkaan kontainer.

"Anjloknya volume ekspor karet Sumatra Utara Bulan Mei sangat tajam," kata Edy melalui keterangan tertulis, Rabu (15/6/2022).

Menurut Edy, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kinerja ekspor karet Sumatra Utara tetap merosot pada Mei 2022. Penyebab utamanya masih soal permintaan buyer dari pabrikan ban yang semakin berkurang.

Secara global, kata Edy, pembelian dari pihak buyer ke Indonesia juga berkurang. Namun kondisi berbeda dialami negara produsen karet lainnya.

Saat ini, pabrik ban dunia masih cenderung memilih membeli karet dari negara tetangga, Thailand. Hal ini dikarenakan harganya lebih murah ketimbang Indonesia.

"Penurunan volume ekspor juga dipengaruhi adanya sedikit delay shipment," kata Edy.

Di sisi pasokan, lanjut Edy, produksi perkebunan karet mengalami sedikit gangguan. Kondisi ini dipengaruhi oleh peningkatan frekuensi curah hujan.

Pada Mei 2022, terdapat sejumlah negara tujuan ekspor karet dari Sumatra Utara. Antara lain Jepang dengan persentase 28,74 persen, kemudian Amerika Serikat sebanyak 14,21 persen, Brazil sebanyak 10,54 persen, lalu Turki sebanyak 7,34 persen dan China sebanyak 7,04 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karet sumut ekspor karet gapkindo
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top