Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gapkindo Beberkan Penyebab Penurunan Harga Karet Jenis TSR20

Pada awal April 2022, tepatnya Kamis (7/4/2022), harga rata-rata TSR20 di bursa berjangka tersebut tercatat US$1,734 atau turun sekitar 1,2 sen dibanding Maret 2022.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 10 April 2022  |  20:43 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MEDAN - Harga komoditas karet jenis Technical Speciefied Rubber 20 (TSR20) terus mengalami tren penurunan pada bursa berjangka Singapura.

Pada Maret 2022, harga rata-ratanya tercatat US$1,746 atau turun 4,95 sen dibanding Februari 2022.

Pada awal April 2022, tepatnya Kamis (7/4/2022), harga rata-rata TSR20 di bursa berjangka tersebut tercatat US$1,734 atau turun sekitar 1,2 sen dibanding Maret 2022.

Menurut Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara Edy Irwansyah, penurunan harga ini dipicu faktor tertentu.

"Menurunnya harga karet dipicu adanya kekhawatiran menurunnya permintaan dari China karena negara ini lockdown lagi akibat meningkatnya kasus Covid-19," kata Edy, Minggu (10/4/2022).

Pada Maret 2022 lalu, volume ekspor karet Sumatra Utara tercatat 33.882 ton, meningkat 18,1 persen dibanding Februari 2022 yang hanya 28.698 ton.

Peningkatan ini dipengaruhi lonjakan demand atau permintaan dan berkurangnya permasalahan delay shipment atau penundaan pengapalan.

Meski terjadi peningkatan dibanding bulan sebelumnya, ekspor karet Sumatra Utara masih tercatat turun jika dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berdasar catatan Gapkindo Sumatra Utara, total volume ekspor karet pada Triwulan I 2022 menurun 4,97 persen menjadi 95.188 ton bila dibandingkan Triwulan I 2021.

Pada Maret 2022, terdapat 31 negara tujuan ekspor karet Sumatra Utara. Lima negara dengan kontribusi terbesar adalah Jepang, China, Brazil, Turki dan Kanada.

Masing-masing persentasenya 38,70 persen, lalu 9,03 persen, kemudian 8,66 persen dan 7,56 persen serta 7,42 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karet gapkindo
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top