Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Wabah PMK, Pemkab Langkat Tutup Akses Hewan Ternak dari Luar

Demi mengantisipasi penyebaran, Pemkab Langkat menutup sementara akses pintu masuk hewan ternak, baik dari dalam maupun luar daerah.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 15 Mei 2022  |  19:44 WIB
Antisipasi Wabah PMK, Pemkab Langkat Tutup Akses Hewan Ternak dari Luar
Ilustrasi sapi di Aceh / Antara

Bisnis.com, MEDAN – Sebagai daerah yang terdekat dengan Aceh, Langkat merupakan kabupaten di Sumatra Utara yang paling rawan jadi pintu masuk wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak dari provinsi tersebut.

Seperti diketahui, setidaknya ada 2.226 ekor hewan ternak di Aceh yang telah dikonfirmasi terjangkit PMK. Sebagian besar dari jumlah itu ditemukan di Kabupaten Aceh Tamiang, kabupaten di Aceh yang berbatasan langsung dengan Langkat, Sumatra Utara.

Berdasarkan data hingga Jumat (13/5/2022), sudah terdapat 337 ekor hewan ternak di Kabupaten Langkat yang diduga telah terjangkit wabah PMK. 

Hewan-hewan ternak yang diduga terjangkit itu tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pematang Jaya dan Kecamatan Besitang.

Demi mengantisipasi penyebaran, Pemkab Langkat masih terus melakukan deteksi terhadap hewan ternak yang dicurigai. Selain itu, mereka juga menutup sementara akses pintu masuk hewan ternak, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Langkat.

Pelaksana Tugas Bupati Langkat Syah Afandin mengatakan, dirinya sudah meneken surat edaran khusus untuk penanganan wabah PMK di daerah tersebut.

"Kami akan mengantisipasinya. Kalau perlu kami tidak memperbolehkan dulu sapi atau hewan ternak masuk dari luar ke Langkat," kata Ondim, sapaan populer Syah Afandin kepada Bisnis, Minggu (15/5/2022).

Ondim mengatakan penanganan wabah PMK harus dilakukan secara serius guna mencegah penularan yang lebih luas. Namun di sisi lain, Ondim mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik meski juga disarankan lebih hati-hati.

"Kami sudah minta untuk mendata. Kemudian untuk hewan ternak yang terjangkit itu harus dipotong, sehingga tidak terjadi penyebaran," kata Ondim.

Sejauh ini, setidaknya terdapat 598 ekor hewan ternak di Sumatra Utara yang diduga terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Jumlah itu terdiri atas 337 ekor hewan ternak di Kabupaten Langkat dan 261 ekor di Kabupaten Deli Serdang.

Hewan ternak di Kabupaten Langkat yang diduga sudah terjangkit wabah tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pematang Jaya dan Kecamatan Besitang.

Lalu, hewan yang diduga terjangkit di Kabupaten Deli Serdang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Galang, Kecamatan  Hamparan Perak, Kecamatan Pagar Marbau, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Tanjung Morawa. 

Sampel hewan-hewan yang diduga terjangkit diboyong untuk diperiksa lebih lanjut oleh Laboratorium PMK Pusat Veteriner Farma (Pusvetma).

Pada Rapat Koordinasi Pengendalian Wabah PMK yang turut dihadiri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo secara virtual pada Jumat (13/5/2022), Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi memaparkan tiga langkah yang akan ditempuh pihaknya demi mencegah penyebaran wabah tersebut. Ketiga langkah yang dimaksud adalah deteksi, sosialisasi dan isolasi.

Edy mengatakan pihaknya akan mendeteksi seluruh hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing di Sumatra Utara yang mengalami gejala mirip PMK.

Gejala yang dimaksud tersebut antara lain demam, lalu nafsu makan hilang, kemudian adanya lepuh di bagian hidung, lidah, mulut dan kuku serta cairan liur yang tak normal.

Dalam melaksanakan upaya pertama ini, Edy mengatakan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan seluruh dinas peternakan di Sumatra Utara.

"Antisipasi sejak kemarin sudah kita lakukan," kata Edy.

Upaya kedua yang dilakukan Pemprov Sumatra Utara yakni menginstruksikan seluruh kepala daerah agar turut melaksanakan sosialisasi di tengah masyarakat. Khususnya para peternak.

"Kemudian langkah berikutnya kami akan sosialisasi, sehingga masyarakat tahu harus berbuat apa dan petugas siap melakukan apa," ujar Edy.

Langkah ketiga yang bakal ditempuh adalah menerapkan isolasi. Edy mengatakan, pihaknya akan menghentikan sementara lalu lintas pengangkutan hewan ternak ke Sumatra Utara.

"Saya mendeteksi ini harus diantisipasi. Baik perbatasan darat atau laut, seluruhnya dihentikan. Terakhir, di pasar ternak ini harus dideteksi, ditutup sementara. Tetapi bagaimana ini tidak membuat panik," kata Edy.

Pada rapat tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengimbau semua pihak agar tidak panik dalam menangani persoalan PMK. Walau begitu, Syahrul mengingatkan tetap waspada dan serius terhadap wabah ini.

Lebih lanjut, Syahrul meminta para stakeholder di daerah agar berkoodinasi secara efektif dan memperhatikan validasi data.

"Intinya jangan panik. Karena baru satu pekan ini kita tangani kematiannya kecil. Jadi jangan membuat seolah ini mengerikan. Bahwa wabah itu ada, tetapi semuanya bisa disikapi," kata Syahrul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ternak langkat
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top