Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puncak Arus Mudik di Bandara Kualanamu Berlalu, Total 19.500 Penumpang , 115 Penerbangan

Pada saat itu, jumlah pergerakan penumpang pesawat tercatat mencapai 19.500 orang dari 115 penerbangan.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 01 Mei 2022  |  14:27 WIB
Penumpang pesawat di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada masa mudik Lebaran 2022, Minggu (1/5/2022).  - Istimewa
Penumpang pesawat di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada masa mudik Lebaran 2022, Minggu (1/5/2022). - Istimewa

Bisnis.com, DELI SERDANG - Puncak arus mudik di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Sedang, Sumatra Utara, terjadi pada H-3 Lebaran atau tepatnya pada Jumat (29/4/2022) lalu.

Pada saat itu, jumlah pergerakan penumpang pesawat tercatat mencapai 19.500 orang dari 115 penerbangan.

Kurun 22-30 April 2022, total kumulatif jumlah pergerakan penumpang pesawat di Bandara Internasional Kualanamu tercatat 144.199 orang.

Menurut Plt Executive General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Kualanamu Eri Braliantoro, pelayanan mudik angkutan Lebaran dapat berjalan lancar karena masyarakat patuh terhadap anjuran pemerintah.

"Masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk mudik sedari awal atau tidak dekat di hari Lebaran sehingga distribusi atau sebaran perjalanan pemudik berjalan dengan baik," ujar Eri, Minggu (1/5/2022).

Selain kepatuhan masyarakat, lanjut Eri, kelancaran pelayanan angkutan mudik di Bandara Internasional Kualanamu pada Lebaran juga didukung oleh sejumlah faktor.

Antara lain tiga keunggulan yang dimiliki moda transportasi udara dalam mengakomodasi permintaan tinggi layaknya masa Lebaran.

"Tiga keunggulan yang dimiliki transportasi udara itu dapat membantu memudahkan pemudik dalam melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga," katanya.

Tiga keunggulan angkutan udara yang dimaksud Eri adalah tentang fleksibilitas, kapasitas dan konektivitas.

Moda transportasi udara dikenal memiliki fleksibilitas untuk memenuhi permintaan yang tinggi. Calon penumpang pesawat memungkinkan memilih jadwal keberangkatan sesuai kebutuhan.

"Apabila di tanggal dan jam keberangkatan yang diinginkan sudah tidak tersedia tiket, maka bisa dipilih alokasi waktu lainnya," kata Eri.

Keunggulan lainnya adalah kapasitas yang dimiliki moda transportasi udara. Volume atau jumlahnya bisa disesuaikan dengan permintaan.

Apabila permintaan tinggi, PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara akan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan ground handling untuk menambah kapasitas kursi penerbangan.

Caranya melalui mekanisme extra flight atau penerbangan tambahan, kemudian pengaturan slot time penerbangan, perpanjangan jam operasional bandara dan lain sebagainya.

Sedangkan keunggulan yang ketiga adalah konektivitas luas yang dimiliki transporasi udara dalam melakukan penerbangan. Transportasi jenis ini memiliki koneksi langsung di setiap provinsi di Indonesia.

"Melalui jalur udara, kita bisa melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lainnya dengan waktu yang singkat. Di negara kepulauan seperti Indonesia, transportasi udara merupakan moda yang paling efisien dan efektif," ujar Eri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara kualanamu Mudik Lebaran
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top