Literasi Keuangan Syariah Masih di Angka 8,9 Persen, Ini Langkah OJK Riau

Tingkat literasi keuangan syariah hanya sebesar 8,9 persen ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan tingkat literasi keuangan konvensional yang mencapai 38 persen.
Ilustrasi lembaga keuangan syariah./Istimewa
Ilustrasi lembaga keuangan syariah./Istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU — Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Riau terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat. Kali ini OJK Riau bersama dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) syariah serta stakeholders terkait menyelenggarakan Gebyar Safari Ramadhan 1443 H dengan tema “Berkah dan Sejahtera Bersama Keuangan Syariah”.

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Riau Elvira Azwan menyampaikan Indonesia memiliki segenap potensi ekonomi dan keuangan syariah yang sangat tinggi.

"Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia di 2019 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah hanya sebesar 8,9 persen. Ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan tingkat literasi keuangan konvensional yang mencapai 38 persen. Sebagai akibatnya, tingkat inklusi keuangan syariah juga baru mencapai 9,1 persen, jauh tertinggal dari lembaga keuangan konvensional yang sudah mencapai 75,3 persen," ujarnya Rabu (20/4/2022).

Menurutnya dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, yaitu sekitar 230 juta orang, serta jaringan industri keuangan syariah yang telah berdiri dan tersebar ke seluruh wilayah nusantara, maka seharusnya Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia.

Oleh karena itu pihaknya mendorong Industri keuangan syariah Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang ke arah yang positif. Salah satu elemen yang menjadi penyebab belum optimalnya pangsa pasar industri keuangan syariah adalah mayoritas penduduk Indonesia belum mengenal produk keuangan syariah dengan baik.

Namun menurutnya semua pihak harus tetap optimis. Besarnya gap antara tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah dengan yang konvensional, juga menyiratkan bahwa ruang untuk peningkatan pemahaman serta penggunaan produk dan layanan keuangan syariah masih besar.

Industri keuangan syariah harus dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sebagai sarana untuk mengakselerasi literasi dan inklusi keuangan syariah.

"Dengan tetap berpedoman pada Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024, OJK mengharapkan Industri keuangan syariah dapat memainkan peran yang lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di masa dan paska pandemi."

Memperhatikan hal tersebut, OJK, bersama-sama dengan para pemangku kepentingan lainnya, akan terus berupaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat dengan memanfaatkan momentum pesatnya perkembangan teknologi informasi atau digitalisasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper