Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Minta Gunakan Produk Dalam Negeri, Gubernur Riau Segera Buat Surat Edaran

Gubernur Riau Syamsuar segera membuat Surat Edaran (SE) terkait penggunaan produk dalam negeri. Kebijakan ini menyusul permintaan Presiden Joko Widodo yang meminta setiap belanja negara untuk mengutamakan produk dalam negeri.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 25 Maret 2022  |  19:32 WIB
Gubernur Riau Syamsuar.  - Istimewa
Gubernur Riau Syamsuar. - Istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU-- Gubernur Riau Syamsuar segera membuat Surat Edaran (SE) terkait penggunaan produk dalam negeri.

Kebijakan ini menyusul permintaan Presiden Joko Widodo yang meminta setiap belanja negara untuk mengutamakan produk dalam negeri.

"Kami akan segera buat Surat Edaran baik kepada instansi pemerintah maupun swasta agar menggunakan produk dalam negeri sesuai arahan Bapak Presiden," ujarnya dalam siaran pers, Jum'at (25/03/2022).

Sebelumnya, saat memberi pengarahan pada acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia, yang digelar di Bali, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kejengkelannya karena masih banyak instansi pemerintah yang menggunakan produk impor.

Presiden meminta agar kebiasaan menggunakan barang impor tidak diteruskan.

"Coba CCTV beli impor, di dalam negeri ada yang bisa produksi. Apa-apaan ini, dipikir kita bukan negara yang maju buat CCTV saja beli impor," ucap Presiden, jengkel.

"Seragam dan sepatu tentara, polisi beli dari luar, kita ini produksi di mana-mana bisa. Jangan diterus-teruskan," tambah Presiden lagi.

Menurut Presiden, barang-barang impor yang digunakan untuk kegiatan operasional di kementerian sudah semuanya bisa diproduksi di dalam negeri.

Oleh sebab itu, tidak ada alasan lagi untuk membeli barang-barang dari luar.

Presiden juga optimis, penggunaan produk dalam negeri akan mampu meningkatkan perekonomian bangsa.

Ditegaskan Presiden, penggunaan produk dalam negeri ditargetkan pada akhir Mei se-Indonesia harus mencapai Rp400 triliun. Saat ini baru mencapai Rp214 triliun.

Gubri Syamsuar juga optimis, instruksi Presiden akan dilaksanakan dengan baik di Provinsi Riau. 

"Kita akan kawal apa yang menjadi arahan Bapak Presiden," tegas Gubri.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor umkm riau riau
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top