Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Sawit Riau Anjlok 12,27 Persen, Pekan Ini Dijual Rp3.723,81 per Kg

Penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp520,98 per Kg atau mencapai 12,27 persen dari harga minggu lalu.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 22 Maret 2022  |  11:54 WIB
Pekerja menimbang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bram Itam, Tanjungjabung Barat, Jambi, Selasa (15/3/2022). Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap sektor ketenagakerjaan, khususnya angkatan kerja lapisan menengah ke bawah. - Antara/Wahdi Septiawan.
Pekerja menimbang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bram Itam, Tanjungjabung Barat, Jambi, Selasa (15/3/2022). Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap sektor ketenagakerjaan, khususnya angkatan kerja lapisan menengah ke bawah. - Antara/Wahdi Septiawan.

Bisnis.com, PEKANBARU — Dinas Perkebunan Provinsi Riau menyatakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada pekan ini mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Disbun Riau, Defris Hatmaja menjelaskan jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp520,98 per Kg atau mencapai 12,27 persen dari harga minggu lalu.

"Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan turun menjadi Rp 3.723,81/Kg," ujarnya, Selasa (22/3/2022).

Dia memaparkan penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Secara internal yaitu disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan harga sebesar Rp 2.146,67/Kg dari harga minggu lalu, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 2.079,98/Kg dari harga minggu lalu, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp. 2.356,00/Kg dari harga minggu lalu, PT. Asian Agri mengalami penurunan sebesar Rp. 2.070,39/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara untuk harga jual kernel, perusahaan tidak ada melakukan penjualan sehingga untuk data kernel diambil rata-rata dari KPBN dengan harga sebesar Rp12.701.

Sementara dari faktor eksternal, harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali anjlok pada hari ini, harga CPO hari ini turun. Harga CPO dibanderol di level MYR 5.978/ton atau anjlok 1,47 persen.

Analis komoditas Reuters, memperkirakan harga CPO hari ini turun ke MYR 5.744/ton, di mana titik resistance berada di MYR 6.104/ton Namun, pada grafik harian, harga CPO diprediksi akan berada di kisaran MYR 5.757-6.113/ton, ketika harga berada di luar target, maka akan menunjukkan arah selanjutnya.

Menurut Kepala Peneliti Minyak Nabati Sunvin Group di Mumbai mengatakan bahwa pasar pertanian global sedang bergejolak dengan volatilitas besar karena efek perang dan sanksi terhadap Rusia.

Ditambah, produsen utama minyak kelapa sawit Indonesia telah mengumumkan kebijakan Domesctic Market Obligation (DMO) untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri sebanyak 30 persen dari produksi CPOnya. Importir utama CPO, China, kembali melaporkan ledakan kasus Covid-19 yang berpotensi untuk meningkatkan kecemasan atas permintaan minyak nabati.

Adapun penetapan harga TBS Kelapa Sawit Prov Riau periode 23 - 29 Maret 2022 sebagai berikut:

Umur 3th (Rp 2.779,61);

Umur 4th (Rp 2.997,48);

Umur 5th (Rp 3.261,62);

Umur 6th (Rp 3.338,14);

Umur 7th (Rp 3.468,45);

Umur 8th (Rp 3.562,67);

Umur 9th (Rp 3.642,07);

Umur 10th-20th (Rp 3.723,81);

Umur 21th (Rp 3.573,52);

Umur 22th (Rp 3.556,51);

Umur 23th (Rp 3.542,33);

Umur 24th (Rp 3.400,55);

Umur 25th (Rp 3.322,57);

Indeks K : 92,53%

Harga CPO Rp. 15.337,61

Harga Kernel Rp. 12.791,00

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau sawit minyak sawit
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top