Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warga Desa Berdaya Hijaukan Kawasan Lindung Muara Merang

Kolaborasi antara masyarakat dan multi pihak dalam upaya restorasi itu turut berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  18:49 WIB
Rosyanti (kiri) bersama anggota Masyarakat Peduli Restorasi mengecek bibit tanaman di areal nursery program restorasi ekosistem hutan di Dusun Pancuran, Desa Muara Merang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel.  - Bisnis/Dinda Wulandari
Rosyanti (kiri) bersama anggota Masyarakat Peduli Restorasi mengecek bibit tanaman di areal nursery program restorasi ekosistem hutan di Dusun Pancuran, Desa Muara Merang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel. - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, MUSI BANYUASIN – Masyarakat desa di sekitar lahan eks kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bahu-membahu untuk menghijaukan kembali kawasan lindung. 

Kolaborasi antara masyarakat dan multi pihak dalam upaya restorasi itu turut berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar.

Salah satunya Masyarakat Peduli Restorasi (MPR) di Dusun Pancuran, Desa Muara Merang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. 

Warga tersebut bermukim di sekitar Kawasan Lindung yang juga bagian dari Lanskap Sembilang. Di sana terdapat pula areal konsesi PT Rimba Hutani Mas, salah satu pemasok APP Sinar Mas.

Kepala Bidang Jaringan MPR Gendro Hariyanto mengatakan terdapat sekitar 30 warga di desa itu yang terlibat dalam kegiatan restorasi ekosistem hutan.

“Anggotanya juga mayoritas ibu-ibu rumah tangga, mereka kami libatkan untuk pembibitan berbagai tanaman,” katanya saat ditemui di areal nursery (pembibitan), Rabu (29/12/2021).

Dia menjelaskan selama 2 tahun terakhir kelompok masyarakat itu mampu memproduksi belasan ribu bibit berbagai tanaman lokal. Hasil penjualan bibit itu pun menjadi penghasilan bagi anggota kelompok yang terlibat.

Gendro mengemukakan pada tahun pertama, pihaknya bisa menghasilkan 1.200 bibit tembesu angin senilai total Rp12 juta. Pembibitan kembali dilanjutkan pada tahun 2021 sebanyak 16.400 bibit.

“Belasan ribu bibit itu untuk restorasi areal pinggir jalan seluas 9 hektare, kelompok kami pun juga ikut untuk penanaman bibit tersebut,” katanya.

Dia mengatakan pembibitan yang dilakukan pihaknya mayoritas bersumber dari anakan kayu alam bukan dari benih pesanan. Adapun jenis tanaman nursery, yakni jelutung rawa, durian, meranti, tumi, pinang, gelam dan medang. 

Sementara itu, anggota MPR Dusun Pancuran, Rosyanti, mengatakan dirinya merasakan banyak manfaat dari kegiatan restorasi tersebut.

“Salah satunya bisa menambah pendapatan dari hasil penjualan bibit tersebut ” kata ibu rumah tangga tersebut

Rosyanti biasanya meluangkan waktu sekitar 2 jam hingga 4 jam setiap hari untuk merawat bibit-bibit tersebut. Selebihnya, perempuan berusia 35 tahun itu menghabiskan waktu di rumah.

Diketahui, kegiatan restorasi eksosistem hutan tersebut merupakan program kerja sama antara masyarakat Dusun Pancuran dengan multi pihak. Adapun stake holders yang terlibat, yakni APP Sinar Mas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Yayasan Inisiatif Dagang Hijau dan Gerakan Cinta Desa (G-Cinde).

Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Api Dusun Pancuran, Sahal Abdullah Faqih Suyuti, mengatakan karhutla pada 2015 menjadi pemantik semangat warga untuk melindungi hutan.

“Alam sudah rusak pasca kebakaran kalau kita tidak bergerak, bagaimana? Tujuannya tak lain agar kita bisa hidup lebih sehat dan karhutla tidak kembali terjadi,” paparnya.

Sebelum ada kegiatan restorasi itu, pihaknya sudah membentuk KMPA untuk mencegah terjadinya karhutla.

“Kami bekerja sama dengan APP sejak 2014. Setelah kebakaran hebat pada 2015 lalu, kami mulanya merestorasi lahan seluas 25 ha,” katanya.

Menurut Suyuti, karhutla pada 2015 lalu menjadi pemantik semangat warga untuk melindungi hutan.

“Alam sudah rusak pasca kebakaran kalau kita tidak bergerak, bagaimana? Tujuannya tak lain agar kita bisa hidup lebih sehat dan karhutla tidak kembali terjadi,” paparnya.

Sementara itu, Forest Sustainability Head PT Rimba Hutani Mas (RHM), Bambang Abimanyu, mengatakan rehabilitasi kawasan lindung di areal konsesi sudah berjalan sejak 2014.

“Kami bekerjasama dengan masyarakat desa Dusun Pancuran dengan membentuk KMPA,” katanya.

Selain pembibitan, kata dia, perusahan pun melaksanakan berbagai program lainnya, mulai dari eradikasi, pengelolaan kawasan lindung hingga patroli rutin.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musi banyuasin
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top