Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian Tambah Alokasi 4.500 Ton Pupuk NPK Subsidi untuk Sumut

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemprov Sumatra Utara Baharuddin Siregar mengatakan, penyaluran tambahan alokasi ini akan diprioritaskan untuk kelompok tani di kabupaten yang masih rendah penyerapan.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 24 November 2021  |  14:06 WIB
Gudang Pupuk.  - Pupuk Indonesia
Gudang Pupuk. - Pupuk Indonesia

Bisnis.com, MEDAN - Kementerian Pertanian menambah alokasi pupuk subsidi jenis NPK sebanyak 4.500 ton untuk Sumatra Utara. Dengan demikian, total alokasi pupuk subsidi NPK pada tahun ini berjumlah 118.788 ton.

Penambahan pupuk disalurkan setelah Pemprov Sumatra Utara mengirimkan permintaan beberapa bulan lalu. Sebab, realisasi penyerapan pupuk jenis NPK telah tercatat lebih dari 90 persen.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemprov Sumatra Utara Baharuddin Siregar mengatakan, penyaluran tambahan alokasi ini akan diprioritaskan untuk kelompok tani di kabupaten yang masih rendah penyerapan.

"Melihat presentasenya. Kalau masih 50-70 persen, itu tidak kami tambah. Jadi kabupaten yang serapannya tinggi, itulah yang kami SK-kan menjadi penerima," kata Baharuddin kepada Bisnis, Rabu (24/11/2021).

Penambahan alokasi pupuk subsidi NPK untuk Sumatra Utara tertuang dalam Permentan Nomor 36 Tahun 2021 tanggal 15 November 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2021.

Sebelumnya, pemerintah daerah memang telah meminta penambahan. Khususnya untuk pupuk subsidi jenis NPK. Sebab, realisasi serapannya telah mencapai lebih dari 90 persen.

Dengan adanya penambahan, alokasi pupuk subsidi NPK untuk Sumatra Utara menjadi 118.788 ton dari semula 114.288 ton.

Baharuddin mengingatkan agar kabupaten yang dipilih menjadi penerima penambahan alokasi pupuk subsidi tersebut agar cepat menindaklanjuti. Akses memeroleh pupuk subsidi masih melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Jika hingga pekan pertama Desember 2021 realisasi serapan tidak optimal, maka Pemprov Sumatra Utara akan mengalihkannya untuk daerah lain.

"Sebetulnya, dibanding 2020 dan 2019, lebih banyak pupuk subsidi yang diberi pemerintah pusat ke Sumatra Utara pada 2021 ini. Tapi kalau total serapan nanti tidak mencapai 90 persen, maka jatah untuk tahun depan akan dikurangi," kata Baharuddin.

Hingga 6 November 2021, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sumatra Utara sudah mencapai 275.602 ton dari total alokasi.

Untuk pupuk jenis urea, realisasi mencapai 119.974 ton dari total alokasi sebanyak 154.916 ton atau 77,44 persen. Untuk pupuk jenis SP-36, realisasi mencapai 24.098 ton dari total alokasi 38.907 ton atau 61,94 persen.

Kemudian untuk pupuk jenis ZA terealisasi sebanyak 16.685 ton dari total alokasi 34.008 ton atau 49,06 persen. Sedangkan untuk pupuk jenis NPK sudah mencapai 104.782 ton dari total alokasi 114.112 ton atau 91,82 persen.

Lalu untuk jenis pupuk organik sudah terealisasi 14.023 ton dari alokasi 19.918 ton atau 70,41 persen.

Sebelumnya, Head of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, total stok pupuk subsidi Lini III wilayah Sumatra Utara berjumlah 15.995 ton per 11 November 2021.

Jumlah itu terdiri atas pupuk urea sebanyak 6.786 ton, pupuk NPK sebanyak 6.391 ton, pupuk SP-36 sebanyak 1.015 ton, pupuk ZA sebanyak 919 ton dan pupuk organik sebanyak 884 ton

Sedangkan realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sumatra Utara sudah mencapai 275.602 ton per 6 November 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut pupuk bersubsidi
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top