Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sumsel Babel Agresif Garap Laku Pandai Lewat BSB Lur

Diketahui, BSB Lur merupakan produk Laku Pandai yang dikembangkan bank pembangunan daerah (BPD) itu untuk menjangkau masyarakat di daerah pelosok.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 31 Oktober 2021  |  17:35 WIB
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin memberikan keterangan kepada wartawan saat media gathering di Bali, Minggu (31/10).  - Bisnis/Dinda Wulandari
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin memberikan keterangan kepada wartawan saat media gathering di Bali, Minggu (31/10). - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, BALI -- Bank Sumsel Babel mulai agresif menggarap layanan keuangan tanpa kantor atau Laku Pandai dengan menggaet 1.250 agen BSB Lur di provinsi Sumsel dan Babel.

Diketahui, BSB Lur merupakan produk Laku Pandai yang dikembangkan bank pembangunan daerah (BPD) itu untuk menjangkau masyarakat di daerah pelosok.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin mengatakan pihaknya menargetkan kehadiran agen BSB Lur di setiap kecamatan.

"Inginnya paling tidak ada satu agen BSB Lur di setiap kecamatan, sehingga kami bisa memenuhi kebutuhan transaksi keuangan semua masyarakat di Sumsel dan Babel," katanya saat media gathering di Bali, Minggu (31/10/2021).

Syamsudin mengatakan Laku Pandai merupakan bagian dari strategi bisnis pengembangan perbankan itu. 

Selain itu model jaringan dengan melibatkan agen eksternal tersebut adalah bentuk transformasi layanan Bank Sumsel Babel di desa.

"Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sudah membatasi jumlah kantor cabang perbankan di suatu wilayah," paparnya.

Dia menilai model jaringan Laku Pandai lebih fleksibel dan bisa menyasar berbagai segmen dan lembaga sebagai agen.

Biasanya, yang menjadi jadi agen Laku Pandai adalah mereka yang berprofesi sebagai pedagang warung kelontong. 

Namun, kata Syamsudin, bank juga dapat menggandeng pemilik Pertashop, pengelola pondok pesantren maupun pengurus masjid untuk menjadi perpanjangan tangan dalam layanan keuangan. Tentu saja harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan perbankan itu.

Syamsudin menambahkan, BSB Lur turut menunjukkan komitmen Bank Sumsel Babel untuk memperkuat layanan digital. 

BPD tersebut tak mau ketinggalan dalam mengadopsi digitalisasi yang semakin erat di aktivitas masyarakat.

"Digitalisasi itu sudah kami terapkan lewat penggunaan QRIS yang tersemat di mobile banking Bank Sumsel Babel," katanya.

Arah digitalisasi Bank Sumsel Babel, kata dia, untuk dukungan terhadap pengembangan UMKM di kedua provinsi itu.

Di samping, Bank Sumsel Babel telah menunjukkan komitmen terhadap UMKM lewat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang realisasinya selalu mencapai target.

Berdasarkan catatan Bisnis, perusahaan telah mengucurkan KUR senilai Rp700 miliar per Oktober 2021. Angka itu telah melebihi target senilai Rp550 miliar.

"Ke depan kami mengarahkan KUR ini dalam bentuk klaster, komoditasnya disesuaikan dengan potensi di daerah masing-masing," ujarnya.

Manajer Marketing Communication Bank Sumsel Babel, Ari Pasaribu, menambahkan perluasan jaringan tanpa kantor Bank Sumsel Babel terutama ditujukan untuk daerah yang masih sulit diakses.

"Di Sumsel ada beberapa daerah perairan, seperti di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Masyarakat di sana butuh waktu lama untuk datang ke kantor bank,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank sumsel babel
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top