Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Groundbreaking Pelabuhan Tanjung Carat Diundur Desember 2021

Diketahui, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) sebelumnya menargetkan pencanangan proyek tersebut bisa terealisasi pada November 2021.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  14:24 WIB
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi (kiri) menyimak pemaparan Gubernur Sumsel Herman Deru (kanan) terkait pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. istimewa
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi (kiri) menyimak pemaparan Gubernur Sumsel Herman Deru (kanan) terkait pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Groundbreaking proyek Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat dipastikan pada Desember 2021 atau molor dari jadwal yang ditentukan.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) sebelumnya menargetkan pencanangan proyek tersebut bisa terealisasi pada November 2021.

Plt Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sumsel, Ekowati Retnaningsih mengatakan mundurnya jadwal tersebut disebabkan ada beberapa pekerjaan administrasi yang harus dirampungkan.

“Kita undur, jadinya Desember 2021. Tetapi proyek itu tetap masuk dalam proyek strategis nasional (PSN), jadi pasti ada banyak kemudahan dan percepatan,” katanya, Jumat (22/10/2021).

Menurut Ekowati, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan jalur akses menuju pelabuhan. Seperti jalan dan sarana infrastruktur lainnya. 

“Untuk jalan dikerjakan Dinas PUBM-TR Sumsel. DED (Detail engineering design)-nya sudah,” katanya.

Dia mengemukakan bahwa pembangunan akses jalan ke pelabuhan itu nantinya akan mendapat bantuan APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebelumnya, Pelabuhan Tanjung Carat yang digadang-gadang menjadi gerbang ekspor di Sumsel bakal Groundbreaking pada November mendatang. 

Pelabuhan ini diharapkan bisa meringankan beban Pelabuhan Boom Baru yang ada di tengah Kota Palembang. 

Sebab, selama ini untuk pengangkutan komoditas Sumsel hanya dilakukan melalui pelabuhan tersebut. 

Mulai dari minyak sawit, karet, kelapa dan berbagai komoditas lainnya. Namun, proses pengangkutan kurang maksimal lantaran harus melalui Sungai Musi. Pelayaran kapal kerap terhambat lantaran adanya pendangkalan sungai. 

Nantinya, pelaksanaan pembangunan akan menggunakan dana sharing antara pemerintah dan badan usaha. Estimasi anggaran yang bakal dibutuhkan mencapai Rp2 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top