Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumbar Mengembangkan Bawang Merah Varietas Batu Ijo

Hasil panen yang mencapai 18 ton per hektare jauh lebih tinggi dari varietas lokal yang hanya 12-13 ton per hektare.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 21 September 2021  |  17:43 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi (kanan) tengah panen bawang merah varietas batu ijo di Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Selasa (21/9/2021). - Istimewa
Gubernur Sumbar Mahyeldi (kanan) tengah panen bawang merah varietas batu ijo di Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Selasa (21/9/2021). - Istimewa

Bisnis.com, PADANG - Provinsi Sumatra Barat mengembangkan pertanaman bawang merah varietas batu ijo, salah satunya di Desa/Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan adapun luas lahan yang jadi percontohan penanaman bawang merah varietas batu ijo di Nagari Pandai Sikek itu mencapai 10 hektare.

"Penanaman bawang merah varietas batu ijo ini merupakan arahan dari Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian Balitbangtan Kementan RI," kata Eka, usai mendamping Gubernur Sumbar Mahyeldi saat panen perdana di Nagari Pandai Sikek, Tanah Datar, bersama Kementan RI, Selasa (21/9/2021).

Menurutnya setelah dipanen dapat dikatakan bawang merah varietas batu ijo terbilang berhasil. Sehingga kedepannya pengembangan bisa dilakukan.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebut sektor pertanian adalah sektor yang paling potensial dikembangkan di daerah dengan penduduk yang menggantungkan hidup dari pertanian di daerah mencapai 58 persen. "Jika sektor ini berkembang dan petani sejahtera maka semua sektor akan ikut mendapatkan imbas positif," katanya.

Seperti halnya pada panen percontohan bawang merah varietas batu ijo sebesar 10 hektare, dapat menjadi satu langkah maju dalam pemanfaatan varietas unggul. Hasil panen yang mencapai 18 ton per hektare jauh lebih tinggi dari varietas lokal yang hanya 12-13 ton per hektare. Apalagi masa panen juga hanya 70 hari.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementan RI, Husnain mengatakan, lahan percontohan sangat penting untuk bisa mengubah pola pikir dan pola kerja petani.

Tanpa melihat bukti yang nyata, petani tidak akan mau meninggalkan cara pengolahan lahan dan varietas lama yang sudah lama mereka gunakan. "Kita mohon dukungan dari pemerintah daerah dan semua pihak terkait agar terus bisa dikembangkan," ujarnya.

Menurutnya varietas batu ijo memang belum banyak dikenal. Namun memiliki banyak keunggulan seperti umbi yang lebih besar dan rasa yang tidak jauh berbeda dari bawang lokal.

Varietas batu ijo dapat diusahakan mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi (50–1000 m dpl). Umur panen 65 - 70 hari, tinggi tanaman 45-60 cm, banyak anakan sampai lima umbi/rumpun. Kondisi tanah yang diinginkan tanaman bawang merah yaitu berdrainase baik dan subur, tekstur lempung berpasir dan struktur remah dengan pH 6,0 - 6,5.

Untuk itu tanaman bawang merah varietas batu ijo dapat ditanam di lahan sawah, lahan kering atau lahan tegalan pada jenis tanah bervariasi. (k56)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian bawang merah sumbar
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top