Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jualan di Platform Marketplace, Omzet UMKM Palembang Melonjak

Devy Indriyani, pemilik usaha Pempek Cek Dung, mengatakan dirinya kini mampu meraup omset hingga Rp40 juta melalui platform Tokopedia.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  16:27 WIB
Devy Indriyani pemilik usaha Pempek Cek Dung menunjukkan produk pempek yang ia jual melalui kanal platform market place.  - Istimewa
Devy Indriyani pemilik usaha Pempek Cek Dung menunjukkan produk pempek yang ia jual melalui kanal platform market place. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Sejumlah pelaku UMKM kuliner di Kota Palembang mencatat lonjakan omzet signifikan setelah memanfaatkan platform marketplace di tengah pandemi.

Devy Indriyani, pemilik usaha Pempek Cek Dung, mengatakan dirinya kini mampu meraup omset hingga Rp40 juta melalui platform Tokopedia. 

“Saya bisa menjual 400 paket pempek per bulan secara online, ini sangat membantu usaha saya selama masa pandemi,” katanya, Jumat (11/6/2021).

Devy mengemukakan ia pun kini menambah tiga karyawan yang khusus menangani pengemasan untuk penjualan online. 

Menurutnya, penjualan secara daring tersebut telah memperluas pasar Pempek Cek Dung hingga ke Pontianak dan Bali, di samping memperkuat pasar Jabodetabek.

“Kanal digital seperti Tokopedia sangat berdampak terhadap usaha kami. Kami berharap para pegiat usaha lokal lainnya bisa terus menciptakan peluang, salah satunya melalui platform digital,” kata dia.

Dia menambahkan, selain berpengaruh terhadap penjualan, marketplace juga mendorong pelaku usaha untuk berinovasi. 

Ia pun membuat varian pempek lain, seperti pempek udang, pempek vegan, pempek tanpa MSG, pempek mozzarella hingga pempek mercon.

“Awalnya varian produk pempek berbahan ikan gabus yang saya jual biasa, namun kini telah berkembang mengikuti tren pasar,” kata Devy yang mengawali usaha sejak 2014 itu. 

Sementara itu, Ayub Antonius, pemilik usaha kerupuk khas Palembang, mengaku dapat memeroleh omset hingga Rp100 juta per bulan. 

“Produk kerupuk saya sudah dipasarkan ke Jakarta, Bali, Kupang dan Bali,” katanya.

Dia mengatakan saat membuka toko Pabrik Kerupuk Palembang di Tokopedia, ia hanya merogoh kocek Rp200.000 sebagai modal awal. 

Ayub pun bergerilya untuk mencari para produsen kerupuk rumahan hingga di pelosok sebagai pemasok produk yang ia jual di platform digital.

“Banyak sekali industri rumahan di Palembang yang memproduksi kerupuk. Ada yang tinggal di jalan setapak bahkan hutan,” ungkapnya. 

Dengan menggandeng para produsen kerupuk tersebut, secara tidak langsung Ayub juga memberdayakan nelayan lokal.

“Produsen-produsen ini ambil bahan segar pembuatan kerupuk, seperti ikan dan cumi, dari nelayan di Bangka Belitung,” jelas Ayub.

Ayub juga melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya menghadirkan lebih banyak varian kerupuk dan membuat promo. Ia juga aktif mengikuti kampanye yang dicanangkan marketplace. 

Sementara itu, Head of Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia Trian Nugroho mengatakan pihaknya membuat insiatif Hyperlocal untuk mengajak masyarakat belanja dari penjual terdekat.

“Inisiatif Hyperlocal ini juga untuk mendorong lebih banyak pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM lokal,” katanya.

Upaya tersebut, kata Trian, juga untuk menggerakkan ekonomi daerah lewat pemanfaatan teknologi.

“Pempek Cek Dung dan Pabrik Kerupuk Palembang adalah contoh penjual online kuliner khas Palembang yang merasakan lonjakan keuntungan,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top