Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Pendapatan Daerah Sumut 2020 Rp12,91 Triliun

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menjelaskan realisasi pendapatan daerah pada APBD tahun 2020 berasal dari tiga sumber, yaitu pendapatan asli daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp5,53 triliun atau 101,78 persen dari target sebesar Rp5,43 triliun.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  18:54 WIB
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi - Istimewa
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara melaporkan realisasi pendapatan daerah pada tahun 2020 adalah Rp12,916 triliun. Jumlah ini setara dengan 98,77 persen target pendapatan sebesar Rp13,077 triliun.

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menjelaskan realisasi pendapatan daerah pada APBD tahun 2020 berasal dari tiga sumber, yaitu pendapatan asli daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp5,53 triliun atau 101,78 persen dari target sebesar Rp5,43 triliun.

Edy menjelaskan, pada dasarnya, realisasi ini mengalami penurunan sebesar Rp230,03 juta bila dibandingkan dengan realisasi PAD tahun 2019.

Kedua, pendapatan transfer dari pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp7,347 triliun atau setara dengan 96,87 peren dari target sebesar Rp7,58 triliun.

“Lain-lain pedapatan daerah yang sah terealisasi sebesar Rp37,37 miliar atau setara dengan 65,23 persen dari target sebesar Rp57,29 miliar,” kata Edy dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD Sumut, Senin (31/5/2021).

Sementara, belanja daerah tahun 2020 tercatat sebesar Rp10,93 triliun atau 95,13 persen dari target belanja daerah tahun 2020, yaitu Rp11,49 triliun.

Realisasi belanja ini dialokasikan untuk keperluan belanja operasi, meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, belanja bansos, dan belanja bantuan keuangan.

Realisasi belanja juga dialokasikan untuk belanja modal yang terdiri dari belanja modal tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan irigasi dan jaringan,aset teap lainnya, terakhir untuk belanja tak terduga.

Dari sisi transfer bagi hasil pendapatan, terealisasi sebesar Rp1,71 triliun. Dengan demikian, total belanja dan trabsfer terealisasi sebesar Rp12,65 trilun.

“Jika realisasi pendapatan dikurangi dengan jumlah belanja dan transfer selama tahun 2020, maka diperoleh surplus Rp262,75,” jelas Edy.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top