Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LAM Riau Minta Masyarakat Patuhi Larangan Mudik Lebaran

kasus pisitif Covid-19 di Riau belum mereda. Terkait dengan hal itu, LAMR) mengajak masyarakat untuk kompak mendukung kebijakan pemerintah yang melarang mudik.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 02 Mei 2021  |  16:21 WIB
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19./Antara - Mohamad Hamzah
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19./Antara - Mohamad Hamzah

Bisnis.com, PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mengajak masyarakat untuk kompak mendukung kebijakan pemerintah yang melarang mudik Idulfitri 1442 H.

Dukungan itu dapat ditunjukkan dengan cara membatalkan rencana kepulangan yang sudah dibuat, serta proaktif menghimbau sanak saudara, kaum kerabat, dan handai tolan untuk berhari raya di tempat tinggal masing-masing.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. Al Azhar, di Balai Adat LAMR menjelaskan bahwa dalam 10 hari terakhir jumlah warga yang tertular virus Covid-19 di Riau menunjukkan peningkatan jumlah yang sangat mengkhawatirkan.

“Sepatutnya, semua pihak meningkatkan ikhtiar mengatasi keadaan yang sangat memprihatinkan ini,” ujarnya pada Minggu (2/5/2021).

Data pemda menyatakan angka kematian akibat virus corona di Riau meningkat cukup tajam. Bahkan, ruang perawatan ICU untuk pasien Covid-19 di rumah-rumah sakit Pekanbaru dikabarkan juga sudah penuh.

Terakhir, dikabarkan bahwa Satgas sedang menguji sampel dari salah satu pasien di Pekanbaru untuk mengetahui apakah varian baru Covid-19 yang lebih menular dan ganas sudah masuk ke Riau.

Untuk itu, Datuk Seri H. Al Azhar mengingatkan agar warga lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan semua jenjang serta sektor pemerintahan di Riau lebih tegas menegakkan aturan-aturan yang telah dibuat tentang penanggulan Covid-19 tersebut.

Berkaitan dengan disiplin warga yang sering dituding sebagai sebab utama peningkatan jumlah penularan, Datuk Seri Al Azhar tidak membantahnya. Dia bahkan mengemukakan pengamatan lapangannya, bagaimana longgarnya penerapan protokol kesehatan dalam acara berbuka bersama yang dilakukan masyarakat di hotel, rumah makan, restoran, dan kafe di Pekanbaru.

Aturan mengenai jarak dan menghindari kerumunan hampir semuanya diabaikan, dan jarang ada petugas tempat-tempat usaha itu yang mengingatkan pelanggannya.

“Disiplin itu persoalan klasik masyarakat kita. Lagi pula, tekanan kejiwaan akibat sudah lebih setahun dikurung wabah niscaya menimbulkan kebosanan sosial yang teruk. Tapi pemerintah dan aparaturnya tak boleh bosan, dan masyarakat perlu mendukung langkah-langkah nyata pemerintah untuk mengatasinya, baik persuasif maupun represif,” ujarnya.

Selain menyokong penuh tindakan yang diambil pemerintah demi memastikan kebijakan dan aturan larangan pulang kampung itu berjalan sebagaimana mestinya, Datuk Seri Al azhar juga menghimbau aparat pemerintah terkait untuk mengingatkan tempat-tempat usaha agar memiliki petugas khusus untuk terus mengawasi dan mengingatkan pelanggannya agar menjalankan protokol kesehatan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top