Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Komoditas Kelapa Sumsel Meningkat

Merujuk pada data Karantina Pertanian Palembang, sertifikasi ekspor kelapa mencapai 103.600 ton buah kelapa atau setara dengan Rp1,2 triliun sepanjang 2020.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 28 Maret 2021  |  18:02 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG – Ekspor produk olahan kelapa asal Sumatra Selatan (Sumsel) dinilai memiliki prospek yang besar seiring permintaan pasar dunia terhadap komoditas itu terus meningkat.

Merujuk pada data Karantina Pertanian Palembang, sertifikasi ekspor kelapa mencapai 103.600 ton buah kelapa atau setara dengan Rp1,2 triliun sepanjang 2020.

Kepala Karantina Pertanian Palembang Hafni Zahara mengatakan sertifikasi ekspor terhadap kelapa bulat ditujukan untuk negara Tiongkok, Thailand, Vietnam dan Malaysia. 

“Pada periode tri semester pertama pada tahun 2021 saja sudah menunjukkan peningkatan kembali ekspor kelapa tujuan China, Hong Kong, Malaysia dan Vietnam,” katanya, Minggu (28/3/2021).

Menurut dia, pada tiga bulan pertama tahun ini telah dilakukan sertifikasi ekspor kelapa sebanyak 22.300  ton atau senilai Rp133,3 miliar dengan frekuensi pengiriman 164 kali.

Hafni mengatakan ekspor kelapa bulat dari Sumsel terus mengalami peningkatan sampai puncaknya pada tahun 2019. 

Dia memaparkan perkembangan ekspor komoditas itu, sempat bermasalah lantaran terjadi penolakan dari Thailand yang berkaitan dengan masalah tunas pada 2019. Selanjutnya, ekspor kelapa tujuan Thailand terhenti karena sulitnya memenuhi persyaratan negara Thailand yang mempersyaratkan kelapa yang diekspor tidak memiliki tunas.

“Alhamdulillah ekspor kelapa dari Sumsel kembali menggeliat, terlihat dari sertifikasi ekspor tahun ini yang cukup baik,” katanya.

Dia mengatakan upaya menggenjot program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks) perlu dukungan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, pelaku usaha maupun petani dengan meningkatkan produktivitas komoditas ekspor kelapa maupun olahannya. 

Ekspor kelapa dalam bentuk olahan antara lain santan, ampas kering, arang, air kelapa, sabut kelapa. Sedangkan produk turunan atau olahan kelapa unggulan Sumsel yang telah diekspor berupa santan kelapa, sabut kelapa, coco peat

Hafni menjelaskan roduk turunan kelapa atau olahan kelapa ini akan lebih menguntungkan, selain persyaratan sertifikasi karantina tumbuhan atau Phytosanitary Certificate (PC) lebih mudah, risiko terbawanya hama penyakit tumbuhan pun lebih kecil dan nilai ekonomi juga menjadi lebih tinggi. 

“Ekspor kelapa diharapkan juga dalam bentuk olahan sehingga baik nilai, jumlah eksportir, negara tujuan maupun ragam komoditas akan bertambah,” katanya.

Pihaknya pun menilai salah satu upaya dalam penambahan nilai produk ekspor adalah dengan membangun pabrik pengolahan sehingga ekspor tidak hanya berupa kelapa bulat.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menyebutkan kinerja secara nasional ekspor kelapa selama dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat pada 2020 ekspor kelapa meningkat sebesar 643% dibanding tahun sebelumnya 2019 atau meningkat 359.300 ton.

Jamil mengatakan pihaknya selaku otoritas Karantina Pertanian memberikan dukungan berupa fasilitasi ekspor produk pertanian.

Salah satunya dengan memberikan jaminan keamanan pangan terhadap komoditas ekspor agar diterima di negara tujuan.

“Gali terus potensi ekspor komoditas pertanian Indonesia agar produk pertanian kita dapat menembus pasar ekspor dan lebih luas lagi jangkauannya di pasar internasional,” kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top